POLA JABAR - Rabun jauh, atau miopia, adalah masalah penglihatan yang semakin umum terjadi pada anak-anak di seluruh dunia. Kondisi ini membuat objek yang jauh terlihat kabur, dan jika dibiarkan, dapat meningkatkan risiko masalah mata yang lebih serius di masa dewasa. Kabar baiknya, riset ilmiah menunjukkan bahwa miopia pada anak dapat dikelola dan dicegah pertumbuhannya melalui perubahan gaya hidup dan kebiasaan tertentu. Orang tua memiliki peran krusial dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan ini sejak dini.
Peningkatan kasus miopia sering dikaitkan dengan perubahan gaya hidup modern, di mana anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu untuk kegiatan jarak dekat seperti menatap gawai atau buku, dan berkurangnya waktu yang dihabiskan di luar ruangan.
Perubahan ini mempengaruhi perkembangan bola mata, membuatnya tumbuh terlalu panjang, yang menjadi penyebab utama rabun jauh. Memahami penyebab ini adalah kunci untuk merancang strategi pencegahan yang efektif.
Institusi kesehatan terkemuka seperti Harvard Health secara konsisten menyoroti pentingnya intervensi lingkungan untuk menanggulangi epidemi miopia ini. Ahli mata menekankan bahwa pencegahan miopia bukan sekadar tentang membatasi waktu screen time, tetapi tentang menyeimbangkan aktivitas visual anak. Ada tiga pilar utama yang harus diterapkan oleh setiap keluarga untuk melindungi penglihatan anak-anak.
Inilah Pilar Pencegahan Rabun Jauh pada Anak
1. Prioritaskan Waktu di Luar Ruangan
Ini adalah strategi pencegahan yang paling didukung secara ilmiah dan sering ditekankan oleh Harvard Health. Anak-anak harus menghabiskan waktu setidaknya 90 hingga 120 menit sehari di luar ruangan. Cahaya alami di luar ruangan, bahkan pada hari berawan, jauh lebih terang daripada penerangan dalam ruangan.
Paparan cahaya yang intens ini dipercaya dapat merangsang pelepasan zat kimia, seperti dopamin, di retina.
Dopamin berperan penting dalam mengontrol pertumbuhan bola mata agar tidak memanjang terlalu cepat, yang merupakan akar penyebab rabun jauh. Waktu di luar ruangan ini efektif terlepas dari jenis aktivitas yang dilakukan anak.