POLA JABAR – Perdebatan soal menikah di usia muda atau menunggu sampai dewasa masih sering terjadi.
Ada yang merasa menikah muda bikin lebih cepat belajar hidup, tapi ada juga yang memilih menunda demi kematangan mental. Lalu, secara psikologis, mana yang sebenarnya lebih siap?
Menikah di Usia Muda: Kelebihan dan Tantangan Mental
Menikah di usia muda, umumnya di awal 20-an atau bahkan di bawahnya, sering didorong oleh faktor cinta, budaya, atau kondisi tertentu.
Kelebihan:
- Lebih fleksibel beradaptasi dengan pasangan
- Energi dan semangat membangun rumah tangga masih tinggi
- Proses “tumbuh bersama” bisa mempererat ikatan
Tantangan Mental:
- Emosi cenderung masih labil
- Pengelolaan konflik belum matang
- Identitas diri sering kali belum sepenuhnya terbentuk
Menikah di Usia Dewasa: Lebih Siap atau Justru Lebih Kaku?