POLA JABAR - Jam tangan mungkin merupakan salah satu aksesori paling personal yang pernah diciptakan manusia. Ia melingkar di pergelangan tangan, menemani aktivitas dari ruang rapat hingga petualangan di alam liar. Namun, bagi sebagian besar orang, jam tangan hanya dianggap sebagai alat penunjuk waktu atau pelengkap busana.

Padahal, jika kita menyelami dunia horologi ilmu yang mempelajari pengukuran waktu jam tangan menyimpan lapisan sejarah, rekayasa teknik yang rumit, dan filosofi yang mendalam.

Mengacu pada wawasan para pakar di Hodinkee, berikut adalah beberapa fakta esensial mengenai jam tangan yang akan mengubah cara Anda memandang benda kecil di pergelangan tangan Anda tersebut.

Awalnya Adalah Perhiasan untuk Wanita

Fakta sejarah yang sering terlupakan adalah bahwa pada abad ke-19, jam tangan hampir secara eksklusif merupakan aksesori wanita. Para pria saat itu lebih memilih jam kantong yang dianggap lebih maskulin dan bergengsi.

Perubahan besar terjadi saat Perang Dunia I. Para prajurit menyadari bahwa merogoh saku untuk melihat waktu di tengah pertempuran sangat tidak praktis.

Akhirnya, jam kantong dimodifikasi dengan pengait agar bisa dipasang di pergelangan tangan menggunakan tali kulit. Inilah yang menjadi cikal bakal populernya jam tangan pria atau yang dikenal dengan istilah trench watch.

Mesin Mekanik: Jantung yang Berdetak Tanpa Baterai

Di era digital, banyak orang terkejut mengetahui bahwa jam tangan mewah kelas atas tidak menggunakan baterai sama sekali. Jam tangan mekanik bekerja berdasarkan energi yang tersimpan pada pegas (mainspring).