POLA JABAR - Di belahan bumi utara, di mana matahari sering kali enggan menampakkan diri selama berbulan-bulan, kehangatan bukanlah sekadar fasilitas fisik, melainkan sebuah kebutuhan spiritual.

Menurut informasi dari national geographic bagi masyarakat di negara-negara Nordik terutama Finlandia, Swedia, dan Islandiasauna dan pemandian air panas adalah ruang sakral yang menghubungkan manusia dengan alam, komunitas, dan diri mereka sendiri.

Sauna sebagai Jantung Kehidupan Finlandia

Di Finlandia, jumlah sauna dilaporkan hampir menyamai jumlah penduduknya. Ini bukan sekadar tren kebugaran, melainkan identitas nasional yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Bagi warga Finlandia, sauna adalah tempat untuk melakukan pembersihan, baik secara fisik maupun mental.

Secara tradisional, sauna adalah tempat dimana kehidupan dimulai dan berakhir; di masa lalu, wanita melahirkan di sauna karena lingkungannya yang steril, dan orang yang meninggal pun dibersihkan di sana sebelum pemakaman. Saat ini, sauna berfungsi sebagai ruang demokrasi tanpa sekat. Di dalam uap panas atau löyly, status sosial menguap bersama keringat. Semua orang setara dalam balutan handuk atau bahkan tanpa busana, mendiskusikan segalanya mulai dari politik hingga masalah pribadi dalam suasana yang meditatif.

Kekuatan Geotermal di Tanah Islandia

Bergeser ke barat menuju Islandia, budaya pemandian mengambil bentuk yang berbeda namun tetap berakar pada elemen alam. Negara ini berdiri di atas zona vulkanik yang aktif, yang memberikan pasokan air panas alami yang melimpah. Pemandian umum atau sundlaugar di Islandia adalah alun-alun kota yang sebenarnya.

Berbeda dengan sauna tertutup di Finlandia, warga Islandia lebih gemar berendam di kolam air panas terbuka di bawah langit yang sering kali bersalju. Menariknya, aktivitas ini tetap dilakukan meskipun badai salju menerjang. 

Bagi mereka, kontras antara udara dingin yang menggigit dan air panas yang memeluk tubuh adalah terapi terbaik bagi sirkulasi darah dan kesehatan mental. Ini adalah cara mereka melawan "SAD" (Seasonal Affective Disorder) atau depresi musiman yang kerap melanda wilayah kutub.