POLA JABAR - Momen sahur sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa. Terbatasnya waktu dan rasa kantuk terkadang membuat banyak orang memilih menu praktis tanpa mempertimbangkan nilai gizi. Padahal, apa yang Anda konsumsi saat dini hari merupakan bahan bakar utama yang akan menentukan performa fisik dan kognitif Anda selama lebih dari 12 jam ke depan.

Mengacu pada prinsip gizi yang diulas oleh Healthline, kunci dari sahur yang berkualitas bukan terletak pada porsi yang besar, melainkan pada pemilihan jenis nutrisi yang mampu melepaskan energi secara perlahan (slow-release energy). Berikut adalah deretan makanan terbaik yang wajib ada di meja sahur Anda.

1. Karbohidrat Kompleks: Penjaga Stamina Jangka Panjang

Kesalahan umum saat sahur adalah mengonsumsi karbohidrat sederhana seperti nasi putih dalam jumlah berlebih atau roti putih. Karbohidrat jenis ini memang memberikan energi cepat, namun juga memicu lonjakan insulin yang diikuti dengan penurunan kadar gula darah secara drastis, sehingga Anda akan merasa lemas dan lapar hanya beberapa jam setelah subuh.

Sebagai gantinya, pilihlah karbohidrat kompleks seperti gandum utuh (oatmeal), nasi merah, atau ubi jalar. Karbohidrat kompleks kaya akan serat yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh sistem pencernaan. Proses pencernaan yang lambat ini memastikan aliran energi ke seluruh tubuh tetap stabil dan konsisten sepanjang hari.

2. Protein Berkualitas sebagai Jangkar Rasa Kenyang

Protein adalah nutrisi yang memiliki efek termik dan tingkat kejenuhan paling tinggi. Mengonsumsi protein saat sahur sangat krusial untuk mencegah penyusutan otot dan menjaga rasa kenyang lebih lama. Telur adalah salah satu pilihan terbaik karena selain murah dan mudah diolah, telur mengandung asam amino lengkap dan lemak sehat.

Selain telur, Anda juga bisa memasukkan dada ayam, ikan, atau protein nabati seperti tempe dan tahu. Protein bekerja dengan cara menekan hormon ghrelin (hormon pemicu lapar) dan meningkatkan sensitivitas hormon yang memberikan sinyal kenyang ke otak.

3. Lemak Sehat untuk Penyerapan Nutrisi