POLA JABAR - Buah berry, mulai dari stroberi, blueberry, hingga raspberry, bukan sekadar pemanis alami dalam hidangan penutup. Buah-buahan kecil ini adalah powerhouse nutrisi yang secara aktif bekerja untuk memperkuat sistem pertahanan tubuh dari berbagai infeksi. 

Para ahli kesehatan, termasuk yang diulas oleh Medical News Today, sering merekomendasikan berry karena profil nutrisinya yang unik, menjadikannya makanan fungsional yang krusial untuk imunitas yang tangguh. Mengonsumsi berry secara rutin adalah investasi sederhana untuk kesehatan jangka panjang.

Kekuatan utama berry terletak pada kandungan antioksidannya yang sangat tinggi, terutama antosianin. Pigmen alami inilah yang memberikan warna merah, ungu, atau biru tua pada buah berry. 

Antosianin, sebagai bagian dari kelompok flavonoid, bekerja sebagai pahlawan di tingkat sel. Mereka secara efisien menetralkan radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan stres oksidatif pada sel-sel imun. 

Kerusakan sel akibat stres oksidatif dapat melemahkan respon kekebalan tubuh, sehingga mengkonsumsi berry membantu menjaga sel-sel pertahanan tubuh tetap utuh dan siap siaga.

Selain antioksidan, berry juga merupakan sumber yang sangat baik dari Vitamin C. Vitamin esensial ini dikenal sebagai stimulan utama bagi sistem kekebalan. 

Vitamin C berperan dalam meningkatkan produksi dan fungsi sel darah putih, yang merupakan garda terdepan dalam melawan patogen penyebab penyakit. 

Dengan asupan Vitamin C yang cukup dari berry, tubuh dapat melancarkan respon imun yang cepat, efektif, dan terarah saat berhadapan dengan virus atau bakteri.

Mekanisme Kerja Berry dalam Mencegah Infeksi