POLA JABAR - Banyak orang terjebak dalam rutinitas treadmill yang membosankan saat ingin meningkatkan kesehatan jantung. Namun, belakangan ini, tren kebugaran bergeser ke arah olahraga bela diri, khususnya Muay Thai. Dikenal sebagai "Seni Delapan Tungkai", olahraga asal Thailand ini bukan sekadar teknik pertahanan diri, melainkan mesin pembakar lemak yang sangat efisien.
Berdasarkan tinjauan medis dari Cleveland Clinic, latihan intensitas tinggi seperti Muay Thai memberikan dampak signifikan pada sistem kardiovaskular. Lantas, apa yang membuat olahraga ini begitu istimewa dibandingkan lari atau bersepeda?
Latihan Seluruh Tubuh yang Dinamis
Berbeda dengan olahraga kardio konvensional yang seringkali hanya berfokus pada otot kaki, Muay Thai memaksa seluruh anggota tubuh untuk bergerak. Saat melakukan tendangan, pukulan, serangan siku, hingga lutut, otot inti (core) Anda bekerja tanpa henti untuk menjaga keseimbangan dan menghasilkan tenaga.
Aktivitas multidimensi ini memicu detak jantung meningkat dengan cepat hingga masuk ke zona anaerobik. Hal ini sangat krusial untuk memperkuat otot jantung dan meningkatkan kapasitas paru-paru (VO2 Max).
Membakar Kalori dalam Waktu Singkat
Salah satu alasan mengapa Muay Thai sangat disukai untuk menurunkan berat badan adalah efisiensi pembakaran kalorinya. Dalam satu sesi latihan selama satu jam, seorang praktisi rata-rata dapat membakar antara 500 hingga 800 kalori, tergantung pada intensitasnya.
Efek ini tidak berhenti saat Anda keluar dari sasana. Karena sifatnya yang merupakan High-Intensity Interval Training (HIIT), tubuh Anda akan mengalami fenomena yang disebut EPOC (Excess Post-exercise Oxygen Consumption). Ini berarti metabolisme tubuh tetap tinggi dan terus membakar kalori bahkan saat Anda sedang beristirahat setelah latihan.
Manfaat di Luar Keringat: Kesehatan Mental dan Koordinasi