POLA JABAR - Pastel de Choclo adalah hidangan klasik dan comfort food kebanggaan Chili, terutama di ibu kotanya, Santiago. Secara harfiah berarti "Kue Jagung Manis," hidangan ini seringkali disalahartikan sebagai pie biasa, padahal ia adalah perpaduan unik antara cita rasa manis dan gurih (sweet and savory) yang mendalam. 

Struktur Pastel de Choclo menyerupai Shepherd's Pie Eropa, namun alih-alih menggunakan pure kentang sebagai lapisan atas, hidangan ini menggunakan choclo jagung manis segar yang dihaluskan menjadi pasta kental dan creamy

Lapisan bawahnya, yang dikenal sebagai pino, adalah tumisan daging sapi cincang (kadang dicampur babi atau ayam) yang dibumbui secara khas dengan bawang, jintan, bubuk cabai ají de color (paprika manis khas Chili), serta oregano

Kontras antara pino yang kaya rempah dan asin di bawah, dengan lapisan choclo yang manis, lembut, dan harum di atas, menciptakan harmoni rasa yang sangat khas dan mewakili kekayaan bahan pangan Chili.

Kelezatan otentik Pastel de Choclo sangat bergantung pada kualitas choclo atau jagung yang digunakan. Di Chili, jagung yang ideal adalah jenis choclo (bukan jagung popcorn atau jagung field) yang memiliki kandungan pati tinggi sehingga menghasilkan pasta yang kental dan padat tanpa perlu banyak penambahan tepung. 

Pasta jagung ini, setelah dihaluskan, sering dimasak dengan tambahan basil segar (albahaca), sedikit susu, dan mentega untuk memperkaya aroma dan tekstur. Basil adalah kunci dalam lapisan atas choclo, memberikan aroma herbal yang cerah yang berfungsi memotong kekayaan rasa pino di bawahnya. 

Sementara itu, isian pino tradisional biasanya disajikan lengkap dengan potongan zaitun hitam, telur rebus, dan kismis, yang menambahkan kejutan rasa asin, kenyal, dan manis yang tak terduga dalam setiap gigitan. 

Kombinasi yang kompleks ini menunjukkan betapa hidangan rustic ini menyimpan kecanggihan rasa yang telah disempurnakan selama berabad-abad, mencerminkan warisan kuliner yang kaya dari pengaruh adat Mapuche dan kolonial Spanyol.

Hidangan ini paling nikmat disajikan panas dalam piring tanah liat individual (yang disebut paila) setelah dipanggang hingga permukaannya berwarna cokelat keemasan yang cantik. Proses pemanggangan tidak hanya mematangkan lapisan jagung, tetapi juga mengkaramelisasi gula alami pada jagung, memberikan tekstur lapisan atas yang sedikit renyah dengan rasa manis yang terkonsentrasi.