POLA JABAR - Siapa yang tidak kenal mawar? Bunga yang sering dijuluki "The Queen of Flowers" ini memang identik dengan simbol cinta dan kasih sayang. Namun, jika kita menengok catatan sejarah dan ensiklopedia seperti Britannica, mawar memiliki kedudukan yang jauh lebih tinggi daripada sekadar hiasan di hari Valentine. Bagi beberapa negara besar, mawar adalah representasi martabat, sejarah, dan identitas nasional mereka.

Pemilihan mawar sebagai bunga nasional bukanlah tanpa alasan. Keindahan bentuknya yang dipadukan dengan duri yang tajam menciptakan filosofi tentang kekuatan yang dibalut keanggunan sebuah pesan yang ingin disampaikan oleh banyak bangsa kepada dunia.

1. Amerika Serikat

Di Amerika Serikat, mawar secara resmi menjadi bunga nasional sejak tahun 1986. Presiden Ronald Reagan menandatangani proklamasi tersebut di tempat yang sangat ikonik, yakni White House Rose Garden. Bagi publik Amerika, mawar melambangkan kehidupan, cinta, dan pengabdian kepada negara.

Menariknya, kecintaan AS terhadap mawar tidak memandang warna. Baik mawar merah, putih, maupun kuning, semuanya dianggap sebagai satu kesatuan yang mewakili keberagaman rakyat Amerika. Penggunaan mawar dalam parade dan upacara kenegaraan mempertegas posisinya sebagai simbol persatuan yang tak tergoyahkan.

2. Inggris

Mungkin tidak ada negara yang memiliki sejarah mawar sekuat Inggris. Mawar Tudor, yang merupakan gabungan dari mawar merah dan putih, adalah lambang nasional Inggris yang lahir dari peristiwa berdarah di abad ke-15 yang dikenal sebagai Perang Mawar (War of the Roses).

Perang saudara ini melibatkan dua keluarga bangsawan, yaitu Wangsa Lancaster (mawar merah) dan Wangsa York (mawar putih). Perdamaian yang tercipta melalui pernikahan Henry VII menghasilkan simbol Mawar Tudor, yang hingga kini masih bisa kita temukan di gedung-gedung pemerintahan, seragam pengawal kerajaan, hingga mata uang koin Inggris. Mawar di sini bukan hanya tentang estetika, melainkan simbol rekonsiliasi dan perdamaian abadi.

3. Luksemburg dan Bulgaria