POLA JABAR - Buah naga, terutama varietas daging merah (Hylocereus polyrhizus), telah menarik perhatian luas dalam komunitas ilmiah karena kekayaan kandungan senyawa bioaktifnya, di mana polifenol menduduki peringkat teratas sebagai kontributor utama sifat antioksidan.
Polifenol adalah kategori besar fitokimia yang bertindak sebagai antioksidan kuat, berperan penting dalam menetralkan radikal bebas dan mengurangi stres oksidatif, yang merupakan pemicu utama berbagai penyakit degeneratif.
Buah naga tidak hanya mengandung polifenol, tetapi juga senyawa fenolik lainnya seperti flavonoid dan pigmen unik bernama betalain (khususnya betasianin), yang secara kolektif memberikan perlindungan signifikan bagi kesehatan seluler.
Kombinasi senyawa ini menjadikan buah naga sebagai komoditas pangan fungsional yang menjanjikan, jauh melampaui sekadar buah tropis yang menyegarkan.
Penelitian mendalam mengenai distribusi senyawa ini dalam buah naga mengungkap temuan yang sangat menarik mengenai lokasi konsentrasi antioksidan tertinggi.
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Nutritional Biochemistry menunjukkan bahwa kadar total polifenol dan senyawa fenolik lainnya justru lebih tinggi secara signifikan pada kulit buah naga dibandingkan dengan daging buah (pulp) yang umum dikonsumsi. Misalnya, dalam beberapa varietas, kulit buah naga merah dilaporkan memiliki total kandungan fenolik dan flavonoid yang 3 hingga 5 kali lebih besar daripada bagian dagingnya.
Meskipun daging buah merah kaya akan betalain (pigmen pemberi warna), komponen polifenol non-betalainic menunjukkan konsentrasi yang luar biasa pada bagian kulit. Hal ini mengarahkan peneliti pada potensi besar pemanfaatan limbah kulit buah naga untuk aplikasi nutraceutical dan farmasi, memaksimalkan nilai kesehatan dari seluruh bagian buah.
Secara kuantitatif, kadar polifenol pada buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) berkisar antara 25 hingga 55 mg Gallic Acid Equivalent (GAE) per 100 gram pada daging buahnya, dengan kandungan flavonoid juga cukup tinggi.
Angka ini secara tegas menempatkan buah naga sebagai sumber antioksidan yang kompetitif dibandingkan buah-buahan tropis dan berry lainnya.