POLA JABAR -  Penyu adalah salah satu subjek paling menarik dan dicari dalam dunia fotografi bawah laut. Keanggunan gerakannya saat meluncur di lautan, tekstur cangkangnya yang unik, serta ekspresi matanya yang seolah bercerita, menawarkan potensi visual yang luar biasa bagi para fotografer. 

Untuk mendapatkan bidikan penyu yang setara dengan standar BBC Wildlife Photography, kuncinya terletak pada pemahaman perilaku, pemilihan sudut pandang yang tepat, dan etika fotografi yang ketat. Penyu, meskipun terlihat lambat, sangat sensitif terhadap gangguan. Fotografer yang sukses selalu menempatkan diri mereka pada posisi yang tidak mengancam, seringkali dengan bersabar menunggu penyu datang mendekat daripada mengejarnya. 

Memotret dari posisi rendah atau sejajar mata penyu akan memberikan dampak visual yang dramatis, membuat penyu terlihat lebih besar, lebih dominan, dan menyajikan potret yang intim, seolah kita benar-benar berada di dunianya. Selain itu, perhatikan betul momen bernapas di permukaan; momen singkat ini seringkali menghasilkan siluet ikonik dengan pantulan cahaya yang menakjubkan.

Aspek teknis dalam memotret penyu juga sangat penting, terutama terkait dengan pencahayaan dan kejernihan air. Karena penyu sering berada di perairan terbuka atau kedalaman sedang, cahaya alami mungkin tidak cukup untuk menonjolkan detail. Oleh karena itu, penggunaan strobe (lampu kilat bawah air) sangat disarankan untuk "mengisi" bayangan, mengembalikan warna-warna alami cangkang penyu yang hilang karena penyerapan cahaya air, dan terutama untuk memisahkan subjek dari latar belakang (subject separation). 

Namun, penggunaan strobe harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengganggu atau menyilaukan mata penyu. Dalam banyak kasus, kecepatan rana (shutter speed) yang sedikit lebih cepat diperlukan untuk membekukan gerakan mereka, terutama saat mereka berenang dengan cepat. 

Fokus pada mata penyu adalah aturan emas; mata yang tajam dan hidup adalah kunci utama yang membuat sebuah foto satwa liar menjadi kuat dan emosional, seolah-olah penyu tersebut sedang menatap langsung ke lensa Anda.

Lebih penting daripada sekadar teknik, etika konservasi adalah hal yang wajib dimiliki oleh fotografer bawah laut, khususnya saat memotret penyu. Kita sebagai fotografer memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa bidikan yang kita ambil tidak membahayakan atau mengganggu subjek. 

Penyu adalah spesies yang dilindungi, dan stres yang ditimbulkan akibat pengejaran atau sentuhan bisa berakibat fatal. Fotografer profesional BBC Wildlife selalu menekankan prinsip "Jangan sentuh, jangan kejar, dan berikan ruang". Jarak aman harus selalu dijaga. Selain itu, hindari penggunaan lampu video yang terlalu terang dalam waktu lama. 

Tujuan utama mengambil foto penyu yang memukau harus selalu disertai dengan pesan konservasi, dimana foto tersebut berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran publik tentang perlindungan penyu dan habitat lautnya. Foto yang etis adalah foto yang terbaik dan paling berharga.