POLA JABAR - Siapa yang tidak mengenal spageti? Helai-helai mi panjang yang disiram saus tomat merah merona atau balutan creamy karbonara ini telah menjadi "comfort food" bagi jutaan orang di berbagai belahan bumi.
Namun, jika kita menggali lebih dalam ke balik piring-piring di restoran mewah Roma atau kedai pinggir jalan di Jakarta, kita akan menemukan sebuah perjalanan sejarah yang jauh lebih kompleks daripada sekadar legenda Marco Polo membawa mi dari China.
Mitos Marco Polo dan Realitas Sejarah
Banyak orang percaya pada cerita populer bahwa penjelajah Marco Polo membawa pasta ke Italia dari perjalanannya ke China pada abad ke-13.
Namun, para sejarawan kuliner modern, termasuk catatan dari BBC Travel, mengungkap perspektif yang berbeda.
Jauh sebelum Marco Polo menginjakkan kaki di Timur Jauh, masyarakat di kawasan Mediterania sudah mengenal bentuk-bentuk awal pasta.
Akar spageti justru lebih erat kaitannya dengan kebutuhan praktis para pengembara di masa lalu.
Bukti sejarah menunjukkan bahwa bentuk pasta kering yang menjadi cikal bakal spageti kemungkinan besar dikembangkan oleh bangsa Arab.
Keunggulan utama pasta kering adalah daya tahannya yang luar biasa, menjadikannya bekal sempurna bagi kafilah yang menyeberangi gurun pasir yang luas.