POLA JABAR - Teh bukan sekadar minuman penghangat di pagi hari atau teman saat bersantai. Di balik setiap sesapannya, tersimpan sejarah ribuan tahun yang penuh dengan legenda, diplomasi, bahkan konflik antarnegara. Sebagai minuman paling banyak dikonsumsi di dunia setelah air putih, teh memiliki titik awal yang sangat sederhana di wilayah terpencil Asia Timur. Seperti dilansir dari bbc.com mari kita kupas memngenai jejak teh dari jaman kekaisaran hingga sekarang.

Legenda Daun yang Tak Sengaja Terjatuh

Kisah teh dimulai di China, tepatnya sekitar tahun 2737 SM. Menurut legenda yang paling populer, seorang kaisar bernama Shen Nong, yang juga dikenal sebagai bapak pengobatan tradisional China, sedang duduk dibawah pohon sembari menunggu air minumnya mendidih. Secara tidak sengaja, beberapa helai daun dari pohon Camellia sinensis terbang tertiup angin dan jatuh ke dalam kuali air panasnya.

Aroma harum yang muncul membuat kaisar penasaran untuk mencicipinya. Ia merasakan kesegaran yang luar biasa dan efek pemulihan pada tubuhnya. Dari sinilah, teh mulai dikenal, meski pada awalnya bukan sebagai minuman rekreasional, melainkan sebagai ramuan medis dan obat herbal untuk membersihkan racun dalam tubuh.

Transformasi Menjadi Budaya Bangsawan dan Biksu

Seiring berjalannya waktu, penggunaan teh mulai berkembang. Pada masa Dinasti Tang (618-907 M), teh ditetapkan sebagai minuman nasional China. Pada periode ini, seni menyeduh teh mulai diformalkan. Penulis Lu Yu bahkan menyusun "Cha Jing" atau The Classic of Tea, buku pertama yang menjelaskan secara detail tentang cara menanam, memproses, dan menyeduh teh dengan benar.

Selain di kalangan istana, para biksu Buddha memiliki peran besar dalam penyebaran budaya teh. Mereka menggunakan teh untuk membantu konsentrasi dan menjaga kewaspadaan selama meditasi berjam-jam. Dari biara-biara inilah, bibit teh dan tradisinya dibawa menyeberang ke Jepang oleh para biksu yang belajar di China, melahirkan upacara minum teh yang sakral.

Jalur Perdagangan dan Penetrasi ke Eropa

Dunia Barat baru mengenal teh ribuan tahun kemudian. Pada awal abad ke-17, pedagang Belanda dan Portugis mulai membawa teh ke Eropa. Awalnya, teh adalah barang mewah yang hanya bisa dinikmati oleh keluarga kerajaan dan kaum aristokrat karena harganya yang selangit.