POLA JABAR - Bagi masyarakat Italia, spageti bukan sekadar pilihan menu makan siang. Ia adalah sebuah narasi panjang tentang sejarah, adaptasi, dan kebanggaan nasional.
Ketika kita menggulung helai pasta panjang ini di atas garpu, kita sebenarnya sedang menikmati warisan berabad-abad yang telah membentuk identitas kuliner salah satu bangsa paling berpengaruh di dunia.
Akar Sejarah: Antara Mitos dan Fakta
Banyak yang percaya pada legenda bahwa Marco Polo membawa spageti dari Tiongkok ke Italia pada abad ke-13.
Namun, bukti sejarah dari Italy Magazine menunjukkan hal yang berbeda. Jauh sebelum Polo kembali dari pengembaraannya, masyarakat di Sisilia sudah mengenal tradisi mengolah tepung gandum menjadi helaian panjang yang dikeringkan.
Pada abad ke-12, seorang ahli geografi Arab bernama Al-Idrisi mencatat adanya produksi massal "itriyah" (bentuk awal pasta kering) di sebuah kota dekat Palermo.
Keunggulan utama pasta kering ini adalah masa simpannya yang lama, menjadikannya komoditas perdagangan yang ideal melalui jalur laut.
Dari sinilah, spageti mulai menyebar dari pesisir Sisilia menuju Napoli, yang kemudian menjadi ibu kota pasta dunia.
Revolusi Merah: Saat Spageti Bertemu Tomat