POLA JABAR - Bagi seorang kolektor atau pecinta horologi, jam tangan bukan sekadar alat penunjuk waktu. Ia adalah mahakarya teknik, perpaduan antara seni desain dan presisi mekanis yang rumit. Namun, layaknya mesin kendaraan berperforma tinggi, jam tangan memerlukan perhatian khusus untuk memastikan ribuan komponen kecil di dalamnya tetap bekerja secara harmonis.

Mengacu pada prinsip-pintas perawatan yang sering ditekankan oleh para ahli di WatchTime, servis berkala adalah garis pertahanan pertama dalam menjaga integritas sebuah jam tangan, baik itu mekanis, otomatis, maupun kuarsa.

Berbeda dengan mesin mobil yang hanya bekerja saat Anda kendarai, mesin jam tangan mekanis bekerja terus-menerus selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. 

Roda gigi berputar, pegas melepaskan energi, dan escapement berdetak ribuan kali dalam satu jam. Gesekan antar komponen ini diredam oleh pelumas atau minyak khusus.

Seiring berjalannya waktu, minyak pelumas ini akan mengering atau terdegradasi menjadi residu yang justru bersifat abrasif. 

Jika jam tangan tetap dipaksa bekerja tanpa pelumasan yang segar, komponen internal seperti pivot dan jewels akan mengalami keausan permanen. Servis berkala memastikan mesin dibersihkan secara menyeluruh dan diberi pelumas baru sebelum kerusakan terjadi.

Salah satu elemen yang paling sering diabaikan adalah sistem proteksi terhadap air. Jam tangan dilengkapi dengan gasket atau segel karet pada bagian crown, caseback, dan kristal. 

Karet adalah material organik yang akan mengeras, retak, atau kehilangan elastisitasnya seiring bertambahnya usia dan paparan suhu.

Tanpa servis rutin untuk mengganti segel ini, kelembapan sekecil apapun dapat masuk ke dalam mesin. Embun di balik kaca jam bukan hanya masalah estetika, melainkan sinyal bahaya bahwa korosi sedang mulai menyerang mesin.