POLA JABAR - Bagi para pecinta tanaman hias, nama David Austin bukanlah sekadar merek, melainkan sebuah standar emas dalam dunia botani. Selama lebih dari 60 tahun, David Austin Roses telah mengubah wajah taman di seluruh dunia dengan memperkenalkan apa yang kini kita kenal sebagai English Roses atau Mawar Inggris. Bunga ini bukan sekadar mawar biasa; ia adalah sebuah mahakarya yang menggabungkan dua dunia yang berbeda.
Warisan Keindahan yang Tak Lekang oleh Waktu
Dahulu, para pekebun harus memilih antara mawar kuno (Old Roses) yang memiliki bentuk kelopak indah dan aroma surgawi namun hanya berbunga sekali setahun, atau mawar modern (Hybrid Teas) yang berbunga sepanjang musim tetapi seringkali kurang memiliki karakter aroma dan bentuk yang kaku.
David Austin muncul dengan visi yang visioner. Beliau menyilangkan mawar kuno yang romantis dengan mawar modern yang tangguh. Hasilnya adalah Mawar Inggris: bunga dengan jumlah kelopak yang melimpah (seringkali lebih dari 100 kelopak per bunga), warna-warni yang lembut hingga vibran, serta kemampuan untuk terus berbunga sepanjang musim.
Karakteristik Khas yang Memikat Hati
Apa yang membuat Mawar Inggris begitu istimewa hingga selalu masuk dalam daftar kurasi Google News dan tren dekorasi rumah? Jawabannya terletak pada detailnya.
Bentuk Kelopak yang Kompleks: Berbeda dengan mawar toko bunga yang cenderung runcing, Mawar Inggris memiliki bentuk mangkuk (cupped) atau roset. Kelopaknya tersusun rapi namun tetap terlihat natural dan "penuh".
Aroma yang Menenangkan: Setiap varietas memiliki profil aroma yang unik. Ada yang beraroma teh klasik, aroma buah-buahan seperti stroberi dan pir, hingga aroma mur (myrrh) yang eksotis.
Ketahanan Terhadap Penyakit: Salah satu fokus utama pembiakan David Austin adalah menciptakan tanaman yang tidak hanya cantik, tetapi juga kuat terhadap serangan jamur dan hama, sehingga ramah bagi pekebun pemula.