POLA JABAR – Saat berpuasa, banyak orang mengeluhkan rasa pahit atau tidak nyaman di dalam mulut.

Kondisi ini tidak jarang membuat seseorang merasa kurang percaya diri saat harus berinteraksi.

Namun, jangan khawatir, fenomena ini sangat umum terjadi karena perubahan kondisi biologis tubuh selama tidak mengonsumsi makanan.

Apa Penyebabnya?

Penyebab utama rasa pahit di mulut saat puasa adalah berkurangnya produksi air liur (saliva). Berikut adalah beberapa pemicu utamanya:

  • Produksi Air Liur Berkurang: Saat tidak makan dan minum, kelenjar ludah bekerja lebih lambat. Air liur berfungsi untuk membersihkan bakteri di mulut; jika jumlahnya sedikit, bakteri berkembang biak lebih cepat dan menyebabkan rasa pahit serta bau mulut.
  • Keton dalam Tubuh: Saat kekurangan asupan karbohidrat, tubuh mulai membakar lemak untuk energi. Proses ini menghasilkan senyawa bernama keton yang dikeluarkan melalui napas dan keringat, yang sering kali memberikan aroma atau rasa logam/pahit di mulut.
  • Asam Lambung Naik: Bagi penderita maag atau GERD, lambung yang kosong tetap memproduksi asam. Gas asam ini bisa naik ke kerongkongan hingga ke pangkal lidah, meninggalkan rasa pahit atau asam.

Cara Mengatasinya

Agar mulut tidak terasa pahit selama menjalankan puasa, kamu bisa melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Jaga Hidrasi Saat Malam: Pastikan minum air putih yang cukup saat berbuka hingga sahur agar tubuh tetap terhidrasi dan kelenjar ludah tetap aktif.
  2. Bersihkan Lidah: Jangan hanya menyikat gigi, gunakan pembersih lidah (tongue scraper) untuk mengangkat tumpukan bakteri yang menyebabkan rasa pahit.
  3. Hindari Makanan Berbau Tajam: Saat sahur, sebaiknya batasi konsumsi bawang putih, jengkol, atau petai yang aromanya bisa bertahan lama di rongga mulut.
  4. Gunakan Siwak atau Sikat Gigi: Tetaplah menyikat gigi setelah sahur dan menjelang tengah hari agar kebersihan mulut terjaga dan memberikan rasa segar.***