POLA JABAR – Pilek dan infeksi sinus (sinusitis) sering kali dianggap sama karena keduanya menunjukkan gejala hidung tersumbat dan meler. Namun, secara medis, kedua kondisi ini memiliki penyebab dan durasi penyembuhan yang sangat berbeda. Memahami perbedaannya sangat penting agar Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat.
Berikut adalah beberapa poin utama yang membedakan antara pilek biasa dan infeksi sinus:
1. Penyebab Dasar
- Pilek Biasa (Common Cold): Umumnya disebabkan oleh infeksi virus (seperti rhinovirus). Penyakit ini menyerang saluran pernapasan atas dan biasanya bersifat ringan.
- Infeksi Sinus (Sinusitis): Terjadi ketika rongga di sekitar saluran hidung (sinus) mengalami peradangan dan pembengkakan. Kondisi ini bisa dipicu oleh virus, bakteri, atau bahkan alergi yang menyebabkan penumpukan lendir dan infeksi.
2. Durasi Gejala
- Pilek: Biasanya mencapai puncaknya pada hari ke-3 atau ke-5, dan akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 7 hingga 10 hari.
- Sinusitis: Gejalanya bertahan jauh lebih lama, sering kali lebih dari 10 hari tanpa tanda-tanda membaik, atau justru memburuk setelah sempat terasa agak mendingan.
3. Warna Lendir (Ingus)
- Pilek: Lendir biasanya berwarna bening dan encer pada awalnya, kemudian bisa berubah menjadi sedikit kental.
- Sinusitis: Lendir atau ingus cenderung berwarna kuning pekat atau kehijauan. Lendir ini sering kali terasa turun ke tenggorokan (post-nasal drip) dan menyebabkan batuk atau radang tenggorokan.
4. Lokasi Nyeri