POLA JABAR - Pisang merupakan salah satu buah tropis yang sangat populer, namun tantangan terbesar bagi konsumen adalah bagaimana cara menyimpan pisang agar tidak cepat matang berlebihan, menghitam, atau busuk sebelum sempat dikonsumsi.
Fenomena pematangan yang sangat cepat pada pisang ini terutama disebabkan oleh pelepasan gas alam yang disebut gas etilen. Gas etilen bertindak sebagai hormon pematangan alami, dan pada pisang, gas ini diproduksi dan dilepaskan paling banyak dari bagian tangkai atau mahkota tempat pisang-pisang tersebut menyatu.
Oleh karena itu, strategi penyimpanan yang paling efektif berpusat pada upaya membatasi atau mengendalikan pelepasan gas etilen dari titik kritis ini, sebuah teknik yang banyak direkomendasikan oleh pakar penyimpanan makanan.
Salah satu cara paling efektif yang sering dianjurkan untuk memperlambat proses pematangan pisang adalah dengan membungkus rapat tangkai atau mahkota pisang menggunakan bahan kedap udara, seperti plastic wrap atau aluminium foil. Tangkai ini adalah titik vital di mana gas etilen dipancarkan, dan dengan menutupnya, kita secara signifikan dapat mengurangi jumlah gas yang menyebar ke seluruh bagian buah, sehingga memperlambat proses pematangan.
Penting untuk diingat bahwa membungkus tangkai dalam satu tandan besar mungkin tidak cukup. Akan lebih efektif jika Anda memisahkan pisang dari tandannya menjadi pisang satuan, kemudian membungkus setiap tangkai pisang secara individual.
Teknik ini memastikan bahwa jika ada satu pisang yang mulai melepaskan gas etilen secara berlebihan, gas tersebut tidak akan dengan mudah memengaruhi pisang-pisang tetangganya, memungkinkan pisang tetap kuning cerah lebih lama, seperti yang dijelaskan dalam panduan penyimpanan makanan di thespruceeats.com.
Selain mengendalikan pelepasan etilen dari tangkai, sangat penting untuk memperhatikan lokasi dan suhu penyimpanan pisang di dapur. Secara umum, pisang yang belum matang sepenuhnya sebaiknya tidak disimpan di dalam kulkas. Suhu dingin yang ekstrem di lemari es justru akan mengganggu enzim yang bertugas mematangkan pisang, menyebabkan kulit pisang menghitam dengan cepat (proses yang disebut chilling injury) meskipun daging buahnya mungkin masih keras dan belum matang sempurna.
Pisang yang masih hijau atau kuning kehijauan paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauh dari sinar matahari langsung, dan yang terpenting, jauh dari buah-buahan lain yang juga memproduksi etilen tinggi, seperti apel, tomat, atau alpukat.
Setelah pisang mencapai tingkat kematangan yang Anda inginkan misalnya, sudah berwarna kuning cerah barulah pisang dapat dipindahkan ke kulkas. Pada tahap ini, kulit pisang tetap akan menghitam, namun suhu dingin akan memperlambat proses lunak dan pembusukan pada daging buah di dalamnya, sehingga memperpanjang masa simpannya.