POLA JABAR – Anggur merupakan buah manis nan menyegarkan ini, selalu menjadi favorit banyak orang. Namun, seringkali muncul kekhawatiran, seberapa amankah buah dengan kadar gula alami ini bagi kesehatan gigi kita? Mengingat gula adalah musuh utama gigi berlubang, benarkah kita harus membatasi konsumsi anggur demi senyum yang sehat?
Untuk menjawab keraguan ini, kita perlu melihat lebih dalam. American Dental Association (ADA), organisasi kedokteran gigi terkemuka di Amerika, memberikan panduan yang cukup jelas mengenai interaksi antara anggur dan kesehatan mulut. Dan, hasilnya mungkin akan mengejutkan Anda!
Memang benar, anggur mengandung gula alami, terutama fruktosa dan glukosa. Bakteri dalam mulut kita menyukai gula ini dan memproduksinya menjadi asam yang bisa mengikis enamel gigi, pemicu utama gigi berlubang.
Namun, mengutip panduan dari ADA, fokus hanya pada kandungan gula adalah pandangan yang terlalu sempit. Anggur, terutama varietas tertentu, memiliki senyawa alami yang justru berpotensi memberikan manfaat perlindungan.
1. Potensi Senyawa Pelindung
Beberapa penelitian, yang seringkali dirujuk oleh ADA, menyoroti keberadaan polifenol dalam anggur, terutama pada kulitnya (anggur merah dan ungu). Polifenol dikenal sebagai antioksidan kuat.
Beberapa ahli gigi meyakini bahwa polifenol ini dapat membantu menghambat aktivitas bakteri spesifik yang bertanggung jawab dalam pembentukan plak dan pengeroposan gigi. Senyawa ini disebut-sebut mampu mengganggu komunikasi dan perlekatan bakteri pada permukaan gigi.
2. Peran Asam dan Efek Erosi
Di sisi lain, tidak bisa dipungkiri bahwa anggur juga bersifat asam, meskipun pada tingkat yang berbeda-beda. Asam ini, terlepas dari sumbernya (gula yang diubah bakteri atau asam bawaan buah), dapat menyebabkan erosi gigi. Erosi adalah pelunakan dan pengikisan enamel yang membuat gigi jadi lebih sensitif dan rentan berlubang.