POLA JABAR – Perjuangan melawan kanker merupakan maraton panjang yang tidak hanya menguras energi pasien, tetapi juga memberikan beban yang sangat berat bagi para pengasuh atau caregiver. Sering kali, keluarga terdekat yang mendampingi pasien terlalu fokus pada pengobatan hingga melupakan kondisi kesehatan fisik dan mental mereka sendiri.
Kondisi yang dikenal sebagai caregiver burnout ini tidak boleh dianggap remeh. Jika dibiarkan, kelelahan hebat ini dapat mengganggu kualitas hidup pengasuh serta menurunkan kualitas perawatan yang diberikan kepada pasien.
Samara Mahindra, selaku CEO dan Pendiri CARER, menjelaskan bahwa kelelahan ini bermanifestasi dalam berbagai gejala yang perlu diwaspadai sejak dini.
Ciri utama yang paling sering muncul adalah rasa lelah yang tidak kunjung hilang, meskipun sudah beristirahat. Selain itu, tekanan yang besar memicu ketidakstabilan emosi.
Pengasuh mungkin merasa lebih sensitif, mudah merasa cemas, hingga mengalami frustrasi yang mendalam. Akibatnya, banyak dari mereka yang mulai menarik diri dari pergaulan sosial karena merasa tidak memiliki energi lagi untuk bersosialisasi.
Masalah fisik juga kerap membayangi, seperti gangguan tidur atau insomnia. Lebih parah lagi, pengasuh sering kali mulai abai terhadap kebutuhan dasar mereka sendiri, seperti pola makan yang berantakan atau mengabaikan jadwal pemeriksaan medis pribadi.
Untuk mencegah dampak yang lebih serius, Mahindra menyarankan pendekatan yang menyeluruh. Pengasuh harus menyadari bahwa meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan kebutuhan logis.
Beberapa solusi yang bisa ditempuh antara lain:
Dukungan Profesional: Berkonsultasi dengan psikolog untuk membantu mengurai tekanan emosional.