POLA JABAR - Teh bukan sekadar minuman penghangat di pagi hari atau teman saat santai di sore hari. Bagi jutaan orang di seluruh dunia, teh adalah bagian dari identitas budaya, sejarah panjang perdagangan global, dan simbol kesehatan. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, dari mana sebenarnya semua jenis teh itu berasal? Apakah mereka berasal dari tanaman yang berbeda-beda?

Mengenal Tanaman Camellia Sinensis

Secara botani, semua jenis teh asli baik itu teh hijau, hitam, oolong, maupun putih berasal dari satu spesies tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis. Tanaman ini merupakan semak hijau abadi yang tumbuh subur di wilayah beriklim tropis dan subtropis.

Perbedaan rasa, warna, dan aroma yang kita rasakan pada berbagai jenis teh di pasaran bukanlah hasil dari tanaman yang berbeda, melainkan hasil dari perbedaan lokasi tanam (terroir), waktu pemetikan, dan yang paling utama adalah proses pengolahannya atau tingkat oksidasinya.

Sejarah Singkat: Bermula dari Tiongkok

Menilik catatan sejarah yang dikutip dari National Geographic, penggunaan teh bermula di wilayah Tiongkok ribuan tahun yang lalu. Legenda populer menceritakan tentang Kaisar Shen Nong pada tahun 2737 SM yang secara tidak sengaja menemukan teh ketika beberapa lembar daun liar jatuh ke dalam air yang sedang ia rebus.

Awalnya, teh digunakan sebagai obat-obatan herbal sebelum akhirnya bertransformasi menjadi minuman sehari-hari yang bergengsi. Pada abad ke-17, teh mulai menjelajahi samudera menuju Eropa dan Amerika, memicu jalur perdagangan baru yang mengubah peta ekonomi dunia.

Jenis-Jenis Daun Teh Berdasarkan Pengolahannya

Untuk memahami apa itu daun teh secara mendalam, kita perlu melihat bagaimana daun-daun ini diolah setelah dipetik dari pohonnya: