POLA JABAR – Setelah seharian penuh bekerja di bawah tekanan, pernahkah Anda merasa enggan untuk segera tidur meski jam sudah menunjukkan tengah malam? Alih-alih beristirahat, Anda justru menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton film, bermain gawai, atau sekadar scrolling media sosial tanpa tujuan yang jelas. Fenomena ini dikenal dalam psikologi sebagai Revenge Bedtime Procrastination.
Berikut adalah penjelasan mengenai fenomena "balas dendam" waktu tidur ini:
1. Apa Itu Revenge Bedtime Procrastination?
Secara harfiah, istilah ini merujuk pada keputusan seseorang untuk menunda tidur demi mendapatkan waktu luang yang tidak mereka dapatkan di siang hari. Kata "balas dendam" (revenge) menggambarkan upaya seseorang untuk mengambil kembali kendali atas waktu mereka setelah seharian "dikuasai" oleh pekerjaan atau tanggung jawab domestik yang melelahkan.
2. Mengapa Pekerja Paling Rentan?
Para pekerja dengan jadwal yang sangat padat dan tingkat stres tinggi adalah kelompok yang paling sering mengalami hal ini. Karena merasa tidak memiliki waktu untuk diri sendiri (me-time) selama jam kerja, malam hari menjadi satu-satunya celah untuk merasakan kebebasan. Akibatnya, tidur yang seharusnya menjadi kebutuhan biologis justru dianggap sebagai pencuri waktu luang tersebut.
3. Dampak Buruk bagi Kesehatan
Meskipun memberikan kepuasan psikologis sesaat, kebiasaan ini sangat berbahaya jika dilakukan secara kronis. Kurang tidur dapat menurunkan fungsi kognitif, membuat Anda sulit berkonsentrasi di kantor, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan mental seperti kecemasan (anxiety). Siklus ini sering kali berujung pada penurunan produktivitas yang justru menambah stres di kemudian hari.