POLA JABAR - Dalam dunia horologi, jam tangan bukan sekadar alat untuk melihat waktu atau aksesori penunjang penampilan. Bagi para kolektor dan antusias, jam tangan adalah mahakarya teknik. Salah satu jenis yang paling populer dan memiliki nilai estetika tinggi adalah jam tangan chronograph.

Namun, meski banyak orang mengenakan jam tangan dengan tampilan banyak jarum kecil di dialnya, tidak sedikit yang belum memahami fungsi sebenarnya maupun cara kerja fitur tersebut. Secara etimologi, kata chronograph berasal dari bahasa Yunani, "chronos" yang berarti waktu dan "graph" yang berarti menulis. Jika digabungkan, ia secara harfiah berarti "penulis waktu".

Apa Itu Jam Tangan Chronograph?

Seperti dilansir dari watchtime.com secara sederhana, chronograph adalah jam tangan yang memiliki fungsi ganda: sebagai penunjuk waktu standar dan sebagai stopwatch (pengukur durasi). Ciri khas yang paling menonjol dari jam tangan ini adalah keberadaan dua atau tiga sub-dial (cakram kecil) pada wajah jam, serta dua tombol tambahan di sisi samping case, biasanya berada di atas dan di bawah crown (pemutar jam).

Penting untuk membedakan antara chronograph dengan chronometer. Jika chronograph merujuk pada fitur pengukur durasi, chronometer adalah sertifikasi presisi tinggi yang diberikan pada mesin jam setelah melalui pengujian ketat.

Menelusuri Jejak Sejarah

Teknologi ini pertama kali ditemukan oleh Louis Moinet pada tahun 1816 untuk membantu pengamatan astronomi. Namun, penggunaan secara komersial baru dimulai pada tahun 1821 ketika Nicolas Mathieu Rieussec menciptakan alat pengukur waktu untuk pacuan kuda atas permintaan Raja Louis XVIII. 

Seiring berjalannya waktu, teknologi ini berkembang pesat hingga menjadi perangkat krusial bagi pilot, penyelam, hingga astronot di misi ruang angkasa.

Membedah Fungsi Sub-Dial dan Tombol