POLA JABAR - Banyak orang mungkin belum menyadari bahwa hampir semua jenis teh yang populer di dunia berasal dari satu spesies tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis. Lantas, apa yang membuat teh hijau terasa sangat berbeda dengan teh hitam? Jawabannya terletak pada tingkat oksidasi sebuah proses kimia di mana daun teh bereaksi dengan oksigen segera setelah dipetik.

Memahami jenis-jenis teh bukan hanya soal menambah wawasan, tetapi juga tentang menemukan profil rasa yang paling sesuai dengan preferensi tubuh dan lidah Anda. Berikut adalah klasifikasi utama daun teh yang perlu Anda ketahui seperti dilansir dari bbc.com.

1. Teh Putih (White Tea)

Teh putih adalah jenis yang paling sedikit mengalami pemrosesan. Daun teh dipetik saat masih berupa pucuk muda yang tertutup bulu halus berwarna putih keperakan, kemudian dikeringkan secara alami tanpa melalui proses oksidasi atau pelayuan yang intens.

Karena kemurniannya, teh putih memiliki profil rasa yang paling lembut, sedikit manis, dan cenderung memiliki aroma floral yang tipis. Karena minim pemrosesan, teh ini juga dikenal memiliki kadar antioksidan yang sangat tinggi.

2. Teh Hijau (Green Tea)

Teh hijau sangat populer karena manfaat kesehatannya. Untuk mencegah terjadinya oksidasi, daun teh yang baru dipetik akan segera dipanaskan baik dengan cara dikukus (tradisi Jepang) atau disangrai di atas wajan (tradisi Tiongkok).

Proses ini menjaga warna hijau alami daun dan menghasilkan rasa yang segar, terkadang sedikit terasa seperti rumput (grassy) atau kacang-kacangan. Teh hijau biasanya mengandung kafein yang sedang, menjadikannya pilihan tepat untuk dikonsumsi di pagi atau siang hari.

3. Teh Oolong