POLA JABAR - Tapioka telah lama menjadi bahan pokok di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Diolah dari ekstrak pati singkong, tepung ini menjadi bahan utama dalam pembuatan berbagai kudapan populer, mulai dari kerupuk, pempek, hingga boba yang sedang tren. Namun, dibalik teksturnya yang kenyal dan fungsinya yang serbaguna, banyak orang mulai mempertanyakan: seberapa besar kandungan kalori di dalamnya?
Profil Nutrisi Tapioka: Dominasi Karbohidrat Kompleks
Secara teknis, tapioka hampir seluruhnya terdiri dari karbohidrat murni. Berdasarkan data nutrisi dari healthline.com, satu cangkir mutiara tapioka kering (sekitar 152 gram) mengandung setidaknya 544 kalori. Jika kita membedahnya lebih dalam, jumlah tersebut hampir seluruhnya berasal dari karbohidrat, dengan kandungan mencapai 135 gram per cangkir.
Hal yang perlu diperhatikan adalah minimnya kandungan nutrisi pendamping dalam tapioka. Dalam porsi yang sama, Anda hanya akan mendapatkan kurang dari 1 gram protein dan hampir tidak ada lemak.
Begitu pula dengan serat, vitamin, dan mineral; jumlahnya sangat kecil sehingga tapioka sering disebut sebagai sumber "kalori kosong". Meskipun mengandung sedikit zat besi dan kalsium, kadarnya tidak cukup signifikan untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh secara optimal.
Mengapa Tapioka Begitu Populer Meski Minim Nutrisi?
Meskipun profil nutrisinya didominasi oleh karbohidrat dan kalori, tapioka memiliki keunggulan utama yang membuatnya tetap dicari, yakni sifatnya yang secara alami bebas gluten. Bagi individu dengan penyakit celiac atau sensitivitas gluten, tapioka adalah penyelamat.
Tepung ini menjadi pengganti gandum yang ideal dalam pembuatan roti dan makanan penutup tanpa memicu reaksi alergi atau gangguan pencernaan.
Selain itu, tapioka mengandung apa yang disebut dengan pati resisten. Jenis pati ini unik karena tidak dapat dicerna langsung oleh tubuh di usus halus. Sebaliknya, ia akan menuju usus besar dan berfungsi sebagai makanan bagi bakteri baik (prebiotik).