POLA JABAR - Kacang mede sering kali menjadi primadona di meja makan karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah. Bagi orang dewasa, ini adalah camilan sehat. Namun, bagi orang tua yang memiliki balita, memberikan kacang mede bukan sekadar urusan memberikan makanan enak, melainkan tentang ketepatan waktu dan keamanan tekstur.

Berdasarkan pedoman dari American Academy of Pediatrics (AAP), kacang-kangan merupakan sumber protein dan lemak sehat yang luar biasa, namun memerlukan penanganan khusus agar manfaatnya tidak berubah menjadi risiko.

Kapan Waktu yang Tepat Mengenalkan Kacang Mede?

Dahulu, banyak orang tua disarankan untuk menunda pemberian kacang-kangan hingga anak berusia di atas 2 tahun untuk mencegah alergi. Namun, penelitian terbaru yang didukung oleh AAP menunjukkan hal yang sebaliknya. Mengenalkan produk kacang-kangan sejak dini biasanya saat anak sudah mulai makan MPASI (sekitar usia 6 bulan) justru dapat membantu menurunkan risiko perkembangan alergi di masa depan.

Penting untuk dicatat bahwa pengenalan ini hanya boleh dilakukan jika anak tidak memiliki riwayat eksim parah atau alergi makanan lain. Jika anak Anda memiliki kondisi sensitif, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak terlebih dahulu.

Bahaya Tersedak: Tekstur adalah Kunci

Salah satu peringatan keras dari AAP adalah mengenai risiko tersedak (choking hazard). Anak-anak di bawah usia 4 tahun belum memiliki koordinasi mengunyah yang sempurna untuk menghancurkan kacang yang keras menjadi butiran halus.

Oleh karena itu, jangan pernah memberikan kacang mede utuh atau potongan kasar kepada balita. Bentuk bulat dan keras dari kacang mede dapat dengan mudah menutup saluran pernapasan anak jika tidak terkunyah dengan benar.

Cara Aman Menyajikan Kacang Mede untuk Anak