POLA JABAR – Libur panjang tahun baru telah usai, koper sudah dibongkar, dan besok saatnya kembali ke rutinitas pekerjaan atau sekolah.

Namun, alih-alih merasa segar, banyak dari kita justru merasa sedih, cemas, hampa, atau bahkan mudah marah.

Jika Anda merasakan hal ini, Anda tidak sendirian. Fenomena ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai Post-Holiday Blues.

Meskipun bukan termasuk gangguan mental klinis, perasaan ini cukup mengganggu produktivitas dan kesejahteraan emosional kita di awal tahun.

Kenapa Kita Merasa Sedih Usai Liburan?

Secara ilmiah, ada beberapa alasan mengapa perasaan "merana" ini muncul setelah masa bersenang-senang:

  1. Penurunan Hormon Kebahagiaan: Saat liburan, otak kita dibanjiri oleh dopamin dan oksitosin (hormon bahagia). Begitu liburan berakhir, kadar hormon ini merosot tajam, membuat kita merasa "anjlok" secara emosional.
  2. Kelelahan Fisik: Perjalanan jauh, kurang tidur karena begadang, dan pola makan yang tidak teratur membuat energi tubuh terkuras. Tubuh yang lelah sangat memengaruhi kondisi mental.
  3. Kembali ke Realita: Menghadapi tumpukan pekerjaan, tagihan yang muncul pasca liburan, atau konflik yang sempat terlupakan saat libur bisa memicu stres instan.
  4. Hilangnya Struktur Aktivitas: Saat libur, kita bebas melakukan apa saja. Kembali ke rutinitas yang kaku dan repetitif menciptakan rasa terkekang.

Cara Mengatasi Post-Holiday Blues agar Cepat Move On

Jangan biarkan perasaan ini berlarut-larut. Berikut beberapa tips untuk membantu Anda kembali bersemangat: