POLA JABAR - Kacang hijau (Vigna radiata) telah lama menjadi komoditas pangan yang vital, terutama di kawasan Asia. Sebagai sumber protein nabati yang murah dan bergizi tinggi, permintaan global terhadap komoditas ini terus mengalami fluktuasi yang menarik untuk dicermati.
Berdasarkan data industri dan tinjauan statistik dari platform seperti Statista.com, lanskap produksi kacang hijau dunia menunjukkan konsentrasi yang sangat kuat di satu kawasan geografis tertentu.
Dominasi Tak Terbantahkan dari Kawasan Asia
Jika kita melihat peta produksi dunia, Asia menyumbang lebih dari 90 persen dari total produksi kacang hijau global. Hal ini tidak mengejutkan mengingat tanaman ini sangat cocok tumbuh di iklim tropis dan subtropis dengan curah hujan yang moderat.
Negara-negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara menjadi pemain kunci yang menentukan ketersediaan stok di pasar internasional.
India secara konsisten menempatkan dirinya sebagai produsen kacang hijau terbesar di dunia. Dengan luas lahan pertanian yang masif dan ketergantungan masyarakat pada konsumsi kacang-kacangan sebagai sumber protein utama (dal), India memimpin angka produksi global.
Namun, meskipun menjadi produsen nomor satu, sebagian besar hasil panen India diserap oleh pasar domestik mereka yang sangat besar, sehingga sering kali mereka juga menjadi importir untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Pemain Utama Lainnya: Tiongkok dan Myanmar
Selain India, Tiongkok memegang peranan penting sebagai produsen sekaligus eksportir utama. Berbeda dengan India, Tiongkok memiliki sistem pertanian yang lebih mekanis untuk komoditas kacang-kacangan, yang memungkinkan mereka menjaga stabilitas kualitas ekspor ke negara-negara Barat dan Jepang.