POLA JABAR - Bagi pecinta kuliner seafood, udang mungkin lebih dikenal sebagai bahan makanan yang lezat. Namun, dibalik kelezatannya, makhluk krustasea ini memiliki perjalanan hidup yang sangat kompleks dan penuh tantangan. Udang tidak lahir begitu saja dengan bentuk yang sempurna; mereka harus melewati berbagai fase metamorfosis yang drastis sebelum akhirnya bisa kita lihat di pasar atau tambak.

Menurut catatan literatur dari Britannica, udang mengalami siklus hidup yang dimulai dari perairan laut lepas hingga bermigrasi ke area pesisir yang lebih dangkal. Berikut adalah rincian mendalam mengenai tahapan hidup udang yang perlu Anda ketahui.

1. Fase Telur (Egg)

Perjalanan hidup udang dimulai di perairan laut yang dalam. Induk udang betina mampu melepaskan ribuan hingga jutaan telur dalam satu kali proses pemijahan. Mengutip informasi dari Britannica, telur-telur ini biasanya akan tenggelam ke dasar laut atau melayang di kolom air. 

Keberhasilan penetasan sangat bergantung pada suhu air dan salinitas (kadar garam) yang stabil. Hanya dalam hitungan jam atau hari, telur ini akan menetas menjadi larva.

2. Fase Larva: Metamorfosis Tanpa Henti

Setelah menetas, udang tidak langsung berbentuk seperti udang kecil. Mereka melewati tiga sub-fase larva yang berbeda secara morfologi:

  • Nauplius: Ini adalah tahap pertama setelah menetas. Nauplius memiliki bentuk tubuh yang sangat sederhana, menyerupai titik kecil dengan beberapa pasang kaki untuk berenang. Pada tahap ini, mereka belum makan secara aktif dan mengandalkan cadangan kuning telur.

    Zoea: Setelah berganti kulit, nauplius berubah menjadi zoea. Di fase ini, udang mulai mengembangkan duri di punggungnya dan mulai memakan fitoplankton di laut.