POLA JABAR - Pertanyaan apakah anjing, sahabat berbulu kita, mampu merasakan emosi kompleks seperti cemburu telah lama menjadi bahan perdebatan hangat di kalangan pemilik hewan peliharaan dan komunitas ilmiah. Pengalaman sehari-hari banyak pemilik yang melihat anjing mereka menyela interaksi dengan hewan peliharaan lain atau manusia baru, seringkali diinterpretasikan sebagai rasa cemburu.
Namun, bagi psikolog hewan, interpretasi ini memerlukan bukti yang lebih kuat daripada sekadar anekdot perilaku. Untungnya, studi ilmiah telah memberikan pencerahan yang signifikan, menunjukkan bahwa anjing memang menunjukkan perilaku yang sangat mirip, dan mungkin fungsional setara, dengan cemburu yang dirasakan manusia.
Para peneliti menggunakan desain eksperimental yang cermat untuk memisahkan perilaku cemburu dari sekadar mencari perhatian, dan hasilnya mendukung pandangan bahwa cemburu bukanlah emosi eksklusif milik primata atau manusia.
Penelitian penting yang meneliti fenomena ini melibatkan skenario pengamatan anjing terhadap interaksi pemiliknya dengan objek atau subjek yang menjadi pesaing.
Dalam sebuah studi yang menarik, sebagaimana dilaporkan oleh Science News, anjing diamati ketika pemiliknya memberikan kasih sayang dan perhatian kepada tiga objek berbeda: anjing mainan yang menyerupai anjing sungguhan, labu berukir (objek netral), dan buku anak-anak.
Hasilnya menunjukkan pola perilaku yang mencolok: anjing lebih sering menunjukkan perilaku mendorong, menyentuh, dan bahkan menyerang anjing mainan yang sedang diperhatikan pemilik, dibandingkan ketika pemiliknya berinteraksi dengan labu atau buku.
Perilaku ini, termasuk menggonggong, merengek, dan mencoba menyela, hanya terjadi ketika objek mainan tersebut menerima interaksi yang sama dengan yang biasa mereka terima, yaitu belaian dan kata-kata lembut dari pemilik.
Temuan dari studi-studi psikologi hewan ini sangat signifikan karena menyiratkan bahwa cemburu pada anjing bukan hanya sekadar kecenderungan untuk bereaksi ketika perhatian pemilik teralihkan.
Perilaku yang ditunjukkan anjing memiliki tiga komponen kunci yang mencirikan cemburu: ketidaknyamanan yang muncul ketika ikatan sosial yang penting terancam, fokus pada pihak ketiga (pesaing), dan upaya untuk memecah interaksi tersebut.