POLA JABAR - Dalam dunia kuliner, kita sering kali mencampurkan berbagai jenis biji-bijian renyah ke dalam satu kategori besar bernama "kacang-kacangan". Mulai dari hidangan pesta hingga selai sarapan, kacang tanah menempati posisi tak tergantikan. Namun, jika kita melihat dari kacamata botani, identitas kacang tanah (Arachis hypogaea) sebenarnya menyimpan plot twist yang menarik.

Meskipun menyandang nama "kacang" (dalam bahasa Inggris disebut peanut), secara biologis ia sama sekali bukan bagian dari keluarga kacang pohon (tree nuts). Lantas, apa sebenarnya identitas asli tanaman ini?

Perbedaan Lokasi Tumbuh yang Krusial

Kunci utama untuk membedakan kacang tanah dengan kacang sejati seperti walnut atau hazelnut terletak pada cara mereka tumbuh. Kacang sejati biasanya tumbuh di pepohonan. Mereka memiliki kulit luar yang sangat keras dan tidak akan terbuka dengan sendirinya saat sudah matang.

Sebaliknya, kacang tanah memiliki perilaku unik yang disebut sebagai geocarpy. Setelah bunga tanaman kacang tanah diserbuki, tangkai buahnya akan memanjang dan membungkuk ke arah bawah hingga masuk ke dalam tanah. Di sanalah polong kacang tanah berkembang dan matang. Karena karakteristik inilah, secara teknis kacang tanah diklasifikasikan sebagai legum.

Mengapa Disebut Legum?

Legum adalah tanaman dalam keluarga Fabaceae. Ciri khas utama dari kelompok ini adalah bijinya tumbuh di dalam polong yang cenderung pecah saat matang. Jika Anda memperhatikan struktur kacang tanah, ia memiliki kemiripan genetik dan fisik yang lebih dekat dengan kacang polong, buncis, kedelai, dan miju-miju (lentils).

Beberapa alasan mengapa kacang tanah masuk kategori legum meliputi: