POLA JABAR - Dalam dunia ilmu pangan dan nutrisi, likopen sering kali didominasi oleh perbincangan seputar tomat dan produk olahannya. Namun, temuan dan kajian terbaru dalam ranah Food Science Today telah menyoroti satu buah tropis yang jauh lebih unggul dalam hal kandungan senyawa antioksidan penting ini yakni  jambu biji merah (Psidium guajava). 

Likopen sendiri merupakan pigmen karotenoid alami yang bertanggung jawab memberikan warna merah, merah muda, atau jingga pada buah dan sayuran, dan memiliki reputasi sebagai salah satu antioksidan paling kuat yang tersedia di alam. 

Fungsi utama likopen dalam tubuh manusia adalah untuk menangkal radikal bebas yang merusak sel, yang merupakan pemicu utama dari penuaan dini, peradangan kronis, dan berbagai penyakit degeneratif. Apa yang membuat jambu biji merah begitu istimewa adalah konsentrasi likopennya yang luar biasa; studi menunjukkan bahwa kandungan likopen dalam 100 gram jambu biji merah dapat mencapai 5.200 hingga 5.500 mikrogram, sebuah angka yang secara signifikan melampaui kadar likopen yang ditemukan pada tomat segar, yang biasanya berkisar pada 3.000 mikrogram per 100 gram. 

Kekuatan antioksidan yang masif ini menempatkan jambu biji sebagai prioritas utama dalam diet yang bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan perlindungan seluler secara optimal.

Fokus perhatian ilmuwan pangan terhadap jambu biji merah tidak hanya terletak pada kuantitas likopen yang tinggi, tetapi juga pada bioavailabilitas atau kemampuan tubuh untuk menyerap dan memanfaatkan senyawa tersebut dari buah segar. 

Meskipun likopen dikenal lebih mudah diserap tubuh ketika makanan diolah (seperti tomat yang dimasak), jambu biji segar sudah memberikan dosis likopen yang sangat efektif. Struktur matriks buah jambu yang unik, yang kaya akan serat pangan, bekerja sinergis dengan likopen dan nutrisi penting lainnya, seperti Vitamin C yang kadarnya bahkan bisa empat kali lipat lebih tinggi dari jeruk. 

Sinergi antara likopen, Vitamin C, dan antioksidan lain seperti quercetin dan polifenol dalam jambu biji menciptakan efek perlindungan yang komprehensif. Sebagai pigmen lipofilik (larut dalam lemak), likopen bekerja paling baik dalam melindungi membran sel dari kerusakan oksidatif. Oleh karena itu, konsumsi jambu biji secara teratur dapat memberikan perlindungan kuat pada organ-organ vital, terutama yang rentan terhadap stres oksidatif.

Manfaat kesehatan yang didukung oleh tingginya kadar likopen dalam jambu biji merah sangatlah beragam dan substansial. Salah satu peran terpenting likopen adalah dalam bidang kesehatan kardiovaskular. Senyawa antioksidan kuat ini membantu mengurangi oksidasi kolesterol Low-Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat, sebuah proses yang merupakan langkah awal dalam pembentukan plak aterosklerosis yang dapat menyumbat pembuluh darah. 

Dengan menghambat proses ini, jambu biji kaya likopen berkontribusi besar dalam menjaga elastisitas pembuluh darah, mengatur tekanan darah, dan pada akhirnya, menurunkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke. Lebih lanjut, likopen juga telah lama dikaitkan dengan potensi pencegahan kanker, terutama kanker yang berkaitan dengan hormon seperti kanker prostat dan kanker payudara.