POLA JABAR - Kura-kura dan penyu (Chelonia) telah lama memukau para ilmuwan karena kemampuan mereka untuk hidup jauh melampaui rentang hidup kebanyakan hewan vertebrata, bahkan beberapa spesies menunjukkan fenomena yang dikenal sebagai negligible senescence, atau penuaan yang terabaikan. 

Secara teori, senescence atau penuaan biologis adalah proses di mana peluang kematian meningkat seiring bertambahnya usia, disertai dengan penurunan fungsi fisiologis. 

Namun, kura-kura raksasa, seperti Kura-kura Galápagos dan penyu air, tampaknya menentang aturan ini; setelah mencapai kematangan, tingkat kematian dan fungsi biologis mereka tidak memburuk secepat yang dialami oleh mamalia. 

Penelitian genetik mendalam yang diterbitkan dalam jurnal bergengsi Science Advances telah memulai upaya untuk membongkar misteri biologis ini, dengan membandingkan genom spesies kura-kura yang berumur sangat panjang dengan spesies reptil yang memiliki umur lebih pendek.

Fokus utama dari studi genetik ini adalah mengidentifikasi adaptasi DNA yang memungkinkan kura-kura memiliki pertahanan seluler yang luar biasa terhadap kerusakan lingkungan dan waktu. 

Salah satu temuan kunci adalah keberadaan serangkaian gen yang berhubungan dengan perbaikan DNA (DNA repair) dan respons imun yang tampak lebih efisien dan kuat pada kura-kura yang berumur panjang. 

Sistem perbaikan DNA ini sangat vital, karena kerusakan DNA yang terakumulasi akibat radikal bebas dan stres oksidatif adalah salah satu pendorong utama penuaan pada sebagian besar organisme. 

Kura-kura raksasa tampaknya memiliki "alat perbaikan" genetik yang superior, memungkinkan mereka untuk mempertahankan integritas genom sel-sel mereka dengan lebih baik seiring berjalannya waktu. Selain itu, genom kura-kura menunjukkan adaptasi pada gen yang mengatur metabolisme dan proses anti-inflamasi, yang secara kolektif berkontribusi pada kesehatan organ yang prima selama puluhan, bahkan ratusan tahun.

Selain adaptasi pada mekanisme perbaikan DNA, penelitian juga menyoroti peran penting struktur telomer pada kura-kura. Telomer adalah tutup pelindung di ujung kromosom yang biasanya memendek seiring pembelahan sel dan penuaan. Meskipun temuan ini bervariasi antarspesies, beberapa kura-kura telah menunjukkan kemampuan untuk mempertahankan panjang telomer mereka atau bahkan memiliki mekanisme yang memperlambat pemendekannya, yang secara efektif mencegah jam seluler (cellular clock) mereka berdetak cepat.