POLA JABAR - Kisah-kisah tentang manusia yang dapat berubah wujud menjadi harimau, atau yang lebih dikenal sebagai weretiger atau 'harimau jadian', telah menjadi narasi yang mengakar kuat di lanskap budaya Asia Tenggara, terutama di Malaysia dan Thailand. 

Bukan sekadar fiksi horor biasa, mitos ini mencerminkan hubungan spiritual yang mendalam antara masyarakat tradisional dan alam liar.

Sebuah studi dalam Asian Folklore Studies menunjukkan bahwa kepercayaan ini jauh lebih kompleks daripada legenda werewolf di Barat. 

Di wilayah Semenanjung Emas ini, harimau tidak hanya dipandang sebagai predator, tetapi juga entitas spiritual yang dihormati dan memiliki kekuatan magis.

Di banyak komunitas Melayu di Malaysia dan masyarakat Thai tertentu, harimau (Panthera tigris) menduduki posisi yang sangat tinggi. Ia adalah 'Raja Hutan' dan kerap kali dipanggil dengan sebutan kehormatan seperti "Datuk" atau "Nenek".

Mitos manusia harimau di sini terbagi menjadi dua kategori utama, masing-masing dengan nuansa yang berbeda:

1. Transformasi Keturunan dan Ilmu Gaib (Malaysia)

Di Malaysia, terutama di Semenanjung, konsep Harimau Jadian sangat populer. Seringkali, kemampuan berubah wujud ini dikaitkan dengan: