POLA JABAR - Kemampuan Gecko (cicak tokek) untuk berlari mulus melintasi permukaan vertikal seperti dinding kaca, bahkan berjalan terbalik di langit-langit, selalu menjadi salah satu misteri alam yang paling menakjubkan. Selama bertahun-tahun, banyak yang menduga kemampuan ini berasal dari semacam lem alami atau daya hisap. 

Namun, penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa rahasia menempelnya Gecko sama sekali tidak melibatkan perekat basah atau vakum, melainkan kekuatan fisik yang bekerja pada tingkat atom dan molekul. Kunci utamanya terletak pada desain telapak kaki yang sangat unik, yang merupakan mahakarya struktur mikro. 

Telapak kaki Gecko ditutupi oleh lipatan-lipatan menyerupai lamela yang disebut seti (setae). Setiap kaki Gecko memiliki ribuan setae yang berfungsi sebagai sikat super halus. 

Setiap seta ini, yang ukurannya bahkan lebih tipis dari rambut manusia, kemudian bercabang lagi menjadi ratusan hingga ribuan ujung serat yang jauh lebih kecil dan fleksibel yang disebut spatula . Saat Gecko menyentuh permukaan, jutaan spatula ini berinteraksi dengan permukaan di tingkat molekuler, menghasilkan gaya tempel yang luar biasa.

Mekanisme yang memungkinkan jutaan ujung spatula ini menempel adalah Gaya Van der Waals. Ini adalah gaya tarik menarik yang lemah namun universal yang terjadi antara molekul-molekul yang sangat berdekatan. Gaya ini muncul dari fluktuasi sementara dalam distribusi elektron di sekitar inti atom. 

Meskipun gaya Van der Waals dari satu pasang molekul sangat kecil, ketika jutaan bahkan miliaran spatula Gecko bersentuhan dengan permukaan, jumlah total dari semua gaya tarik menarik yang sangat lemah ini bertambah menjadi gaya yang sangat besar dan kuat. 

Faktanya, diperkirakan satu ekor Gecko dewasa memiliki potensi daya rekat yang cukup kuat untuk menahan beban hingga puluhan kilogram jika semua setae pada keempat kakinya menempel sempurna. Uniknya, daya rekat ini bekerja pada hampir semua jenis permukaan, baik itu kasar, halus, kering, atau bahkan sedikit berminyak, karena yang dibutuhkan hanyalah kontak molekuler yang sangat dekat.

Proses menempelnya Gecko tidak hanya bergantung pada struktur mikro yang canggih, tetapi juga pada kemampuan kontrol dan pelepasan yang luar biasa. Jika Gecko hanya menempel dengan kuat, mereka tidak akan bisa bergerak. Gecko dapat melepaskan dirinya dari permukaan dengan mudah dengan mengubah sudut setae mereka. 

Daripada menarik kaki lurus ke atas (yang akan membutuhkan tenaga besar), Gecko mengangkat kaki mereka dengan gerakan menggulir (seperti mengupas selotip). Dengan meminimalkan jumlah spatula yang bersentuhan secara bertahap, gaya Van der Waals dapat dikurangi secara instan, memungkinkan pelepasan yang cepat tanpa membutuhkan energi yang besar.