POLA JABAR – Mengunyah es batu sering kali menjadi kebiasaan yang menyegarkan, terutama saat cuaca panas. Namun, di balik sensasi dinginnya, kebiasaan yang dikenal dengan istilah medis pagophagia ini ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak boleh disepelekan, terutama bagi kesehatan gigi dan mulut.

Meskipun es batu hanya terdiri dari air tanpa kalori, teksturnya yang keras dan suhunya yang sangat rendah dapat memberikan dampak negatif jangka panjang.

Berikut adalah beberapa risiko kesehatan akibat sering mengunyah es batu:

1. Kerusakan Email Gigi

Es batu memiliki tekstur yang sangat keras. Mengunyahnya secara berulang dapat menyebabkan pengikisan pada lapisan terluar gigi atau enamel. Jika enamel rusak, gigi akan menjadi lebih sensitif terhadap suhu panas atau dingin, serta lebih rentan berlubang.

2. Risiko Gigi Patah atau Retak

Tekanan yang kuat saat menggigit bongkahan es batu yang beku dapat menyebabkan gigi retak (fracture) atau bahkan patah. Hal ini sering terjadi pada gigi yang sudah memiliki tambalan besar atau mahkota gigi (crown), yang strukturnya tidak sekuat gigi asli yang utuh.

3. Masalah pada Gusi

Potongan es batu yang tajam saat hancur di dalam mulut berisiko melukai jaringan lunak gusi. Luka kecil ini jika terpapar bakteri dapat memicu peradangan atau infeksi pada gusi.