POLA JABAR - Fenomena yang dikenal sebagai “cold spots” penurunan suhu secara tiba-tiba dan terlokalisasi di area tertentu, seringkali di lokasi yang dipercaya angker telah lama menjadi salah satu klaim utama dalam cerita-cerita paranormal. 

Banyak orang menghubungkan sensasi dingin mendadak ini dengan kehadiran entitas gaib atau energi spiritual yang konon menyerap energi panas dari lingkungan. 

Namun, dari perspektif ilmiah, khususnya berdasarkan kajian yang dilaporkan dalam jurnal seperti Scientific Reports, fenomena ini dapat dijelaskan melalui prinsip-prinsip termodinamika dan faktor lingkungan yang lebih rasional. 

Penurunan suhu lokal ini seringkali merupakan hasil dari pergerakan udara yang tidak terduga atau adanya dinding insulasi yang rusak yang memungkinkan udara dingin luar merembes masuk. 

Misalnya, udara dingin yang mengalir dari celah kecil di lantai, jendela, atau retakan dinding dapat menciptakan kantung udara dingin sementara yang terasa jelas oleh tubuh manusia, terutama jika area sekitarnya memiliki suhu normal. 

Oleh karena itu, pengalaman dingin yang merayap di tempat angker mungkin lebih berkaitan dengan kondisi fisik bangunan tua yang tidak terawat ketimbang aktivitas supernatural.

Lebih mendalam, penelitian ilmiah yang menggunakan peralatan canggih seperti termometer inframerah atau kamera termal menunjukkan bahwa cold spots yang terdeteksi secara fisik tidak selalu berada di lokasi yang diklaim memiliki aktivitas paranormal tinggi. 

Sebaliknya, titik-titik dingin ini seringkali bertepatan dengan pusat-pusat aliran udara atau area di mana terjadi konveksi termal yang tidak efisien. Konveksi adalah perpindahan panas melalui pergerakan cairan atau gas. 

Di ruangan tertutup, jika ada perbedaan kepadatan udara (misalnya udara lembap berkumpul di sudut), hal ini dapat memicu aliran udara dingin ke bawah atau ke samping, menciptakan zona dingin yang spesifik.