POLA JABAR - Pengalaman merasakan kehadiran sosok tak terlihat, mendengar bisikan samar, atau tiba-tiba dilanda rasa panik dan merinding di tempat yang dianggap angker, seringkali secara otomatis diinterpretasikan sebagai fenomena paranormal atau aktivitas hantu.
Namun, sains menawarkan penjelasan yang jauh lebih terestrial namun tak kalah mencengangkan: infrasound atau gelombang suara berfrekuensi sangat rendah. Infrasound adalah gelombang suara dengan frekuensi di bawah batas pendengaran manusia normal, yaitu kurang dari 20 Hertz (Hz).
Meskipun telinga kita tidak dapat menangkapnya sebagai suara yang terdengar jelas, energi dari gelombang ini tidak hilang; ia ditransfer dan dirasakan secara fisiologis oleh tubuh dan bahkan dapat mempengaruhi fungsi internal organ dan otak, menciptakan serangkaian sensasi aneh yang sangat mudah disalah artikan sebagai kehadiran supernatural.
Kisah penemuan hubungan ini menjadi terkenal berkat penelitian yang dilakukan oleh insinyur Inggris bernama Vic Tandy pada tahun 1980-an. Saat bekerja di sebuah laboratorium yang dikenal angker, Tandy mengalami serangkaian kejadian aneh, termasuk melihat bayangan abu-abu di sudut matanya dan merasakan rasa takut yang intens. Setelah melakukan pengukuran, ia menemukan bahwa frekuensi resonansi di ruangan itu adalah sekitar 19 Hz, yang dihasilkan oleh kipas ventilasi yang baru dipasang.
Frekuensi 19 Hz ini terbukti sangat krusial karena mendekati frekuensi resonansi alami rongga mata manusia. Getaran pada frekuensi ini dapat menyebabkan bola mata bergetar atau beresonansi secara halus, yang oleh otak diinterpretasikan sebagai ilusi optik berupa bayangan kabur atau gerakan samar di tepi bidang pandang, sebuah penampakan yang secara tradisional dianggap sebagai "hantu" atau "sosok ghaib."
Dampak infrasound tidak hanya terbatas pada gangguan visual. Ketika tubuh manusia terpapar gelombang infrasonik yang sering dihasilkan oleh fenomena alam seperti angin kencang, gelombang laut, gempa bumi mikro, atau sumber buatan manusia seperti mesin besar, knalpot kendaraan, dan sistem ventilasi gedung tua ia dapat memicu serangkaian respons fisiologis dan psikologis yang intens. Di level fisiologis, gelombang ini dapat menyebabkan perasaan tekanan di dada, perubahan denyut jantung, hingga sensasi getaran internal yang tidak nyaman.
Secara psikologis, paparan infrasound dikaitkan dengan peningkatan perasaan gugup, ngeri, sedih, atau ketakutan yang tidak berdasar. Banyak orang yang melaporkan perasaan "merinding" atau sensasi "diawasi" yang kuat ketika berada di area yang mengandung infrasound, sebuah reaksi fisik terhadap frekuensi yang disalahartikan oleh pikiran sebagai ancaman non-fisik.
Penting untuk dicatat bahwa frekuensi infrasound sering ditemukan secara alami dan terperangkap di lokasi-lokasi yang secara umum diyakini angker, seperti gedung-gedung tua dengan ventilasi buruk, lorong bawah tanah, atau area dekat turbin angin atau jalan raya dengan lalu lintas padat.
Struktur bangunan tua sering memfasilitasi resonansi gelombang frekuensi rendah, memerangkap energi ini di dalam ruangan dan menciptakan lingkungan ideal bagi munculnya sensasi "paranormal" yang tidak terduga.