POLA JABAR - Nasi putih adalah makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, makanan ini sering dianggap sebagai “musuh” bagi orang yang ingin menurunkan berat badan. Benarkah nasi putih membuat gemuk? Atau justru ada fakta lain yang sering terlewatkan?

Artikel ini mengulas mitos dan fakta seputar nasi putih yang banyak dibahas dalam dunia kesehatan, termasuk informasi dari para ahli nutrisi seperti yang sering dibahas dalam Healthline Wellness.

Mitos 1: Nasi Putih Selalu Membuat Gemuk

Banyak orang langsung menyalahkan nasi putih sebagai penyebab naiknya berat badan. Padahal, kenaikan berat badan tidak hanya ditentukan oleh satu jenis makanan, tetapi total kalori yang masuk dibandingkan dengan kalori yang terbakar setiap hari.

Faktanya, nasi putih bisa menjadi bagian dari pola makan sehat selama porsinya terkontrol dan dikombinasikan dengan protein, serat, serta lemak sehat.

Yang membuat gemuk adalah kebiasaan makan berlebihan, kurang aktivitas fisik, dan konsumsi lauk tinggi kalori seperti gorengan atau santan berlebih.

Mitos 2: Semua Karbohidrat Buruk untuk Diet

Nasi putih adalah sumber karbohidrat, sehingga sering dihindari oleh pelaku diet. Tetapi karbohidrat adalah sumber energi utama tubuh tanpa karbohidrat yang cukup, tubuh akan cepat lemas dan sulit fokus.

Faktanya, tubuh membutuhkan karbohidrat dalam jumlah seimbang. Yang perlu dipilih adalah jenis dan porsi karbohidrat yang tepat, bukan menghilangkannya sepenuhnya.