POLA JABAR - Menjaga kesehatan gigi dan mulut di usia lanjut bukan sekadar urusan estetika atau menghindari bau mulut. Seiring bertambahnya usia, risiko masalah kesehatan mulut seperti periodontitis (penyakit gusi), gigi berlubang di bagian akar, hingga mulut kering (xerostomia) meningkat secara signifikan. 

Berdasarkan panduan dari National Institute on Aging (NIA), pemilihan alat pembersih gigi yang tepat adalah langkah preventif paling mendasar untuk mencegah komplikasi sistemik yang lebih serius. Berikut adalah poin-poin penting yang harus diperhatikan dalam memilih dan menggunakan sikat gigi bagi lansia:

1. Memilih Tekstur Bulu Sikat yang Tepat

Bagi lansia, pemilihan tekstur bulu sikat tidak boleh sembarangan. Seiring waktu, jaringan gusi cenderung mengalami resesi atau penyusutan, sehingga bagian akar gigi yang sensitif menjadi terbuka. NIA sangat menyarankan penggunaan sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut (soft).

Bulu sikat yang keras atau medium berisiko melukai jaringan gusi yang mulai menipis dan dapat mengikis lapisan email gigi. Pengikisan ini tidak hanya menyebabkan rasa ngilu (sensitivitas), tetapi juga mempermudah bakteri masuk ke area akar gigi.

2. Pertimbangan Desain Gagang Sikat

Masalah mobilitas dan penurunan fungsi motorik halus, seperti radang sendi (arthritis), seringkali membuat kegiatan menyikat gigi menjadi tantangan fisik bagi lansia. Dalam kondisi ini, desain gagang sikat gigi menjadi faktor kunci.

Gagang sikat gigi yang ideal untuk lansia adalah yang memiliki pegangan ergonomis, tebal, dan tidak licin. Jika menggunakan sikat gigi manual, gagang dapat dimodifikasi dengan menambahkan pegangan busa atau karet agar lebih mudah digenggam dengan mantap. Hal ini memastikan kontrol tekanan saat menyikat tetap stabil tanpa membebani persendian tangan.

3. Sikat Gigi Elektrik: Solusi Efektif untuk Keterbatasan Fisik