POLA JABAR – Masa setelah persalinan adalah fase krusial di mana tubuh ibu memerlukan perhatian ekstra untuk proses pemulihan fisik sekaligus persiapan produksi ASI yang optimal.
Nutrisi yang dikonsumsi oleh ibu tidak hanya menjadi bahan bakar untuk energi pribadi, tetapi juga menjadi sumber gizi utama bagi sang buah hati melalui air susu ibu.
Meskipun nutrisi sangat dibutuhkan, terdapat beberapa jenis makanan dan minuman yang perlu dikonsumsi secara bijak dan terbatas demi kenyamanan ibu dan bayi.
Penting bagi para ibu untuk memahami bahwa kondisi tubuh setiap orang berbeda-beda. Hal ini ditegaskan oleh pakar kesehatan untuk menghindari kecemasan berlebih terhadap "pantangan" yang sering beredar di masyarakat.
Dokter Sara Elise Wijono menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada pantangan makanan yang berlaku untuk semua ibu. Namun, konsumsi makanan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kebutuhan nutrisi masing-masing.
Makanan Pedas: Kandungan capsaicin di dalamnya dapat memicu diare atau sakit perut pada ibu, serta berisiko membuat bayi lebih rewel.
Kafein: Konsumsi kopi, teh, dan cokelat yang berlebihan dapat membuat bayi gelisah dan sulit tidur. Batas aman konsumsi kafein adalah sekitar 300 mg per hari.
Alkohol: Minuman beralkohol wajib dihindari secara total karena dapat masuk ke dalam ASI dan mengganggu perkembangan motorik anak.
Makanan Berminyak dan Bergas: Gorengan, brokoli, serta soda dapat memicu penumpukan gas dalam perut yang menimbulkan rasa tidak nyaman bagi ibu maupun bayi.