POLA JABAR - Saat gejala flu atau pilek mulai menyerang, banyak orang beralih ke pengobatan alami, dan bawang putih selalu menempati posisi teratas. Diakui secara turun-temurun, bumbu dapur yang tajam ini dipercaya memiliki kemampuan untuk melawan penyakit. 

Minat terhadap manfaat bawang putih dalam meredakan gejala infeksi pernapasan bukan tanpa alasan. Berbagai penelitian dan ulasan kesehatan, termasuk yang sering dibahas oleh WebMD, menyoroti senyawa aktif dalam bawang putih yang mendukung klaim populer ini.

Kekuatan utama bawang putih terletak pada senyawa yang terbentuk saat bawang dihancurkan, dicincang, atau dikunyah, yaitu allicin. Allicin adalah senyawa belerang yang memberikan aroma khas pada bawang putih, tetapi yang lebih penting, alicin bertanggung jawab atas sebagian besar manfaat kesehatannya. Senyawa ini dikenal memiliki sifat antimikroba dan antivirus yang kuat, menjadikannya senjata alami yang ideal untuk membantu tubuh melawan patogen penyebab flu dan pilek.

Selain alicin, bawang putih juga merupakan sumber antioksidan dan nutrisi lain yang mendukung sistem kekebalan tubuh secara umum. Dengan meningkatkan respons imun dan membantu melawan agen infeksi, bawang putih tidak hanya berpotensi memperpendek durasi sakit, tetapi juga dapat mengurangi keparahan gejala yang tidak nyaman.

Mekanisme Bawang Putih Melawan Flu dan Pilek

1. Aktivitas Antivirus dan Antibakteri Allicin

Allicin bekerja dengan cara mengganggu mekanisme kerja patogen, baik itu virus maupun bakteri. Dengan sifat antimikrobanya, alicin dapat menghambat pertumbuhan dan penyebaran mikroorganisme penyebab infeksi. 

Meskipun flu dan pilek sebagian besar disebabkan oleh virus, kemampuan bawang putih untuk melawan bakteri juga penting, terutama dalam mencegah infeksi sekunder seperti sinusitis atau bronkitis yang sering mengikuti pilek.

2. Mendukung Fungsi Sel Imun