POLA JABAR - Selama ini, perdebatan mengenai rokok elektrik atau vape cenderung berfokus pada dampak kesehatan bagi penggunanya secara langsung. Namun, narasi yang menyebutkan bahwa uap vape hanyalah "uap air biasa" mulai terbantahkan oleh berbagai riset ilmiah. 

Salah satu kajian yang dipublikasikan dalam jurnal Indoor Air memberikan peringatan serius mengenai risiko paparan zat beracun bagi orang-orang yang berada di sekitar pengguna vape, atau yang dikenal sebagai perokok pasif (secondhand vapers).

Meskipun tidak melalui proses pembakaran seperti rokok tembakau, emisi yang dihasilkan dari pemanasan cairan vape tetap meninggalkan jejak kimiawi yang signifikan di udara, terutama dalam lingkungan dengan sirkulasi yang terbatas.

Bukan Uap Biasa: Komposisi Aerosol yang Kompleks

Sangat penting untuk memahami perbedaan antara uap air dan aerosol vape. Aerosol yang dihembuskan oleh pengguna vape mengandung partikel ultra-halus yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan orang yang menghirupnya.

Penelitian menunjukkan bahwa aerosol ini mengandung nikotin, senyawa organik volatil (VOC), hingga logam berat seperti nikel, timbal, dan kromium yang berasal dari koil pemanas perangkat tersebut.

Bagi perokok pasif, menghirup residu ini berarti memasukkan zat-zat pemicu inflamasi ke dalam tubuh. Jurnal Indoor Air menyoroti bahwa kualitas udara dalam ruangan menurun drastis sesaat setelah seseorang menggunakan vape, dengan konsentrasi partikel yang seringkali melampaui ambang batas aman untuk kesehatan pernapasan jangka panjang.

Risiko Formaldehida dan Senyawa Berbahaya Lainnya

Salah satu temuan yang mengkhawatirkan adalah keberadaan senyawa karbonil seperti formaldehida dan asetaldehida dalam hembusan uap vape. Senyawa ini dikenal sebagai karsinogen atau zat yang berpotensi memicu kanker. Meskipun kadarnya mungkin lebih rendah dibandingkan rokok konvensional, paparan secara terus-menerus dalam ruangan tertutup seperti di dalam rumah atau kendaraan tetap memberikan beban toksik bagi individu non-perokok, terutama anak-anak dan wanita hamil.