POLA JABAR – Bagi banyak orang, memulai hari tanpa secangkir kopi terasa kurang lengkap. Bahkan, tidak sedikit yang menjadikannya menu pertama sebelum menyentuh makanan apa pun (sarapan).

Namun, sering muncul peringatan bahwa kebiasaan minum kopi saat perut kosong bisa memicu berbagai masalah pencernaan, mulai dari maag hingga asam lambung.

Apakah kekhawatiran ini beralasan secara medis? Mari kita bedah faktanya.

Efek Kopi terhadap Asam Lambung

Kopi mengandung kafein dan senyawa asam yang dapat merangsang produksi hormon gastrin. Hormon ini memicu lambung untuk melepaskan asam klorida (asam lambung). Dalam kondisi normal, asam lambung berfungsi untuk membantu proses pencernaan makanan.

Masalah muncul ketika tidak ada makanan di dalam lambung yang bisa diolah. Asam yang terus diproduksi dikhawatirkan dapat mengiritasi lapisan pelindung lambung (mukosa). Bagi sebagian orang, hal ini menimbulkan sensasi terbakar di dada (heartburn) atau gejala asam lambung naik (GERD).

Mitos atau Fakta: Apakah Berbahaya bagi Semua Orang?

Secara medis, dampaknya ternyata berbeda-beda bagi setiap individu.

  1. Bagi Orang Sehat: Penelitian menunjukkan bahwa bagi banyak orang dengan lambung sehat, minum kopi saat perut kosong tidak menyebabkan kerusakan jaringan lambung yang serius. Tubuh biasanya mampu menetralisir peningkatan asam tersebut tanpa menimbulkan luka.
  2. Bagi Pemilik Lambung Sensitif: Bagi penderita maag kronis, gastritis, atau GERD, kebiasaan ini memang berbahaya. Kafein dapat melemaskan otot katup kerongkongan bawah, sehingga asam lambung lebih mudah naik ke tenggorokan dan memicu nyeri hebat.