POLA JABAR – Memasuki musim hujan yang diprediksi berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026, banyak pendaki mulai bertanya-tanya: apakah aman mendaki gunung saat musim hujan?

Meski aktivitas mendaki tetap bisa dilakukan, para ahli menyarankan agar pendakian dilakukan dengan persiapan ekstra dan kewaspadaan tinggi.

Risiko Naik Gunung Saat Musim Hujan

Musim hujan membawa tantangan tambahan bagi para pendaki, terutama terkait kondisi alam yang sulit diprediksi. Hujan deras dapat membuat jalur pendakian licin, jarak pandang berkurang, dan risiko longsor atau banjir bandang meningkat.

Selain itu, cuaca ekstrem di puncak gunung bisa menyebabkan hipotermia karena suhu yang menurun drastis. Pendaki juga perlu waspada terhadap sambaran petir saat mendaki di area terbuka atau puncak gunung.

Persiapan yang Wajib Diperhatikan

Jika tetap ingin mendaki di musim hujan, berikut beberapa hal penting yang perlu disiapkan:

  1. Cek prakiraan cuaca BMKG sebelum berangkat. Hindari mendaki saat ada peringatan potensi hujan ekstrem.
  2. Gunakan perlengkapan tahan air, seperti jas hujan, cover tas, dan sepatu anti-slip.
  3. Pilih gunung dengan jalur pendakian aman dan tidak terlalu curam.
  4. Bawa pakaian ganti kering, terutama jika basah di perjalanan, untuk mencegah hipotermia.
  5. Mulai pendakian pagi hari agar memiliki waktu yang cukup sebelum sore, saat hujan biasanya mulai turun.
  6. Jangan memaksakan diri mencapai puncak jika kondisi cuaca memburuk.

Gunung-Gunung yang Cenderung Berisiko Saat Musim Hujan