POLA JABAR - Kehamilan adalah fase krusial di mana nutrisi memainkan peran utama dalam menentukan masa depan sang buah hati. Dari deretan nutrisi yang dibutuhkan, Vitamin B9 atau yang lebih dikenal sebagai Asam Folat (bentuk sintetis) dan Folat (bentuk alami), menduduki peringkat atas dalam daftar prioritas.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat secara tegas merekomendasikan asupan Vitamin B9 yang cukup bagi setiap wanita usia subur. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab perkembangan sistem saraf janin dimulai bahkan sebelum banyak wanita menyadari bahwa mereka sedang hamil.

1. Mencegah Kecacatan Tabung Saraf (Neural Tube Defects)

Peran paling krusial dari Vitamin B9 adalah mendukung pembentukan tabung saraf janin. Berdasarkan data CDC, konsumsi asam folat yang cukup sebelum dan selama awal kehamilan dapat membantu mencegah Neural Tube Defects (NTDs), yaitu cacat lahir serius pada otak dan tulang belakang bayi.

Dua jenis NTDs yang paling umum adalah Spina Bifida (kondisi di mana tulang belakang tidak menutup sempurna) dan Anensefali (pembentukan otak dan tengkorak yang tidak lengkap). Mengonsumsi 400 mikrogram (mcg) asam folat setiap hari terbukti secara signifikan menurunkan risiko ini hingga 70%.

2. Mendukung Pembentukan Sel Darah Merah dan DNA

Vitamin B9 bekerja keras di balik layar untuk membantu tubuh memproduksi sel darah merah ekstra yang dibutuhkan selama kehamilan. Ibu hamil yang kekurangan B9 berisiko mengalami anemia defisiensi folat, yang memicu kelelahan ekstrem dan lemas.

Lebih dari itu, B9 sangat penting untuk sintesis DNA dan RNA. Mengingat janin mengalami pembelahan sel yang sangat cepat, kehadiran Vitamin B9 memastikan replikasi genetik berjalan normal tanpa kerusakan yang bisa memicu komplikasi pertumbuhan.

3. Mencegah Komplikasi Kehamilan dan Bibir Sumbing