POLA JABAR - Kayu manis telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dapur masyarakat Indonesia. Selain aromanya yang menggugah selera, rempah ini dikenal memiliki segudang manfaat bagi kesehatan, mulai dari mengontrol gula darah hingga sifat antioksidan yang tinggi. Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua kayu manis yang beredar di pasaran itu sama?

Secara umum, terdapat dua jenis utama yang mendominasi perdagangan dunia, yaitu Kayu Manis Ceylon dan Kayu Manis Cassia. Meski terlihat serupa bagi mata awam, keduanya memiliki perbedaan fundamental dalam hal kualitas, rasa, hingga efek sampingnya bagi tubuh jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Kayu Manis Cassia: Jenis yang Paling Umum

Kayu manis Cassia (Cinnamomum cassia) adalah varietas yang paling sering kita jumpai di supermarket. Jenis ini berasal dari pohon yang banyak tumbuh di Tiongkok, Vietnam, dan Indonesia. Cassia cenderung memiliki tekstur kulit yang lebih tebal, kasar, dan berwarna cokelat gelap kemerahan.

Dari sisi rasa, Cassia memiliki karakter yang kuat, pedas, dan tajam. Itulah sebabnya industri makanan sering menggunakan jenis ini untuk memberikan aroma yang dominan. Namun, hal kritis yang perlu diperhatikan pada Cassia adalah kandungan zat bernama koumarin yang cukup tinggi. Konsumsi koumarin dalam dosis besar secara terus-menerus diketahui dapat memicu risiko gangguan pada organ hati.

Kayu Manis Ceylon: "The True Cinnamon"

Di sisi lain, terdapat Kayu Manis Ceylon (Cinnamomum verum) yang sering dijuluki sebagai kayu manis "asli". Berasal dari Sri Lanka dan bagian selatan India, jenis ini dianggap memiliki kualitas premium. Secara fisik, Ceylon memiliki tekstur yang jauh lebih tipis, berlapis-lapis seperti cerutu, dan lebih rapuh dibandingkan Cassia. Warnanya pun lebih cerah, cenderung cokelat muda keemasan.

Perbedaan rasa antara keduanya sangat mencolok bagi para ahli kuliner. Ceylon menawarkan profil rasa yang lebih lembut, manis, dan memiliki sedikit sentuhan aroma sitrus. Keunggulan utama Ceylon terletak pada kadar koumarinnya yang sangat rendah, hampir tidak terdeteksi. Hal ini menjadikannya pilihan yang jauh lebih aman bagi mereka yang mengonsumsi kayu manis setiap hari untuk tujuan medis atau kesehatan.

Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?