POLA JABAR - Nanas, buah tropis yang terkenal dengan rasa manis asamnya yang menyegarkan, seringkali menjadi subjek perdebatan di kalangan penderita masalah pencernaan, khususnya bagi mereka yang mengalami Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau asam lambung kronis. 

Secara umum, nanas memang memiliki potensi untuk memicu atau memperburuk gejala asam lambung naik pada individu yang sensitif. Alasan utamanya terletak pada tingkat keasaman alami buah tersebut. Nanas termasuk dalam kategori makanan berasam tinggi (acidic foods). 

Nilai pH rata-ratanya cenderung rendah, berkisar antara 3,2 hingga 4,0. Makanan dengan pH di bawah 4,6 secara teknis dianggap asam, dan ketika dikonsumsi, makanan ini dapat secara langsung mengiritasi lapisan kerongkongan yang sudah meradang akibat paparan asam lambung sebelumnya.

Ketika asam lambung naik ke kerongkongan, lapisan pelindungnya dapat rusak. Konsumsi makanan dengan tingkat keasaman tinggi seperti nanas dapat memperburuk kondisi ini karena secara esensial menambahkan lebih banyak substansi asam ke dalam sistem pencernaan yang sudah rentan. 

Meskipun nanas mengandung enzim pencernaan yang bermanfaat yang disebut Bromelain, yang dikenal membantu memecah protein dan berpotensi meringankan gangguan pencernaan, efek positif ini seringkali dikalahkan oleh kandungan asamnya. 

Bagi sebagian besar orang, Bromelain bermanfaat, tetapi bagi penderita GERD, asam dari buah nanas dapat bertindak sebagai iritan langsung. healthline.com mencatat bahwa makanan yang sangat asam dapat memicu heartburn atau sensasi panas di dada, yang merupakan gejala klasik dari refluks asam, dengan cara melemahkan atau membuat Lower Esophageal Sphincter (LES)  katup antara kerongkongan dan lambung menjadi rileks, sehingga memudahkan asam lambung naik.

Penting untuk dicatat bahwa reaksi terhadap nanas bersifat sangat individual. Tidak semua penderita asam lambung akan mengalami gejala setelah mengkonsumsi nanas; sensitivitas bervariasi tergantung pada tingkat keparahan kondisi, porsi konsumsi, dan waktu makan. 

Bagi mereka yang sangat sensitif, mengonsumsi nanas, terutama dalam porsi besar atau saat perut kosong, dapat memicu produksi asam lambung berlebih, atau lebih sering, menyebabkan isi lambung yang sudah asam bergerak naik ke kerongkongan. healthline.com menyarankan bahwa jika seseorang ingin menikmati nanas tanpa memicu gejala, ada baiknya mengkonsumsinya dalam jumlah yang sangat terbatas dan tidak mencampurnya dengan makanan pemicu asam lambung lainnya. 

Selain itu, nanas yang lebih matang biasanya memiliki rasa yang lebih manis dan sedikit kurang asam dibandingkan nanas yang masih muda, meskipun tingkat keasamannya tetap signifikan.