POLA JABAR - Mengalami rasa ngilu yang tajam saat menyantap es krim atau meminum kopi panas adalah pertanda jelas bahwa Anda memiliki gigi sensitif. Kondisi ini, yang dalam dunia medis dikenal sebagai hipersensitivitas dentin, terjadi ketika lapisan pelindung gigi (email) menipis atau garis gusi menyusut, sehingga saraf gigi menjadi lebih terpapar pada rangsangan luar.

Salah satu langkah paling krusial dalam merawat gigi sensitif bukanlah sekadar mengganti pasta gigi, melainkan memilih alat pembersih yang tepat.

Mengutip panduan dari Healthline, penggunaan sikat gigi yang salah justru dapat memperparah kerusakan email dan memicu resesi gusi yang lebih dalam.

Mengapa Bulu Sikat "Soft" Adalah Keharusan?

Banyak orang beranggapan bahwa semakin keras bulu sikat, semakin bersih pula gigi mereka. Faktanya, bagi pemilik gigi sensitif, bulu sikat yang keras (hard atau medium) bertindak layaknya amplas yang mengikis permukaan gigi secara perlahan.

Para ahli kesehatan gigi sangat menyarankan penggunaan sikat gigi dengan label "Soft" atau "Extra Soft". Bulu sikat yang lembut memiliki fleksibilitas tinggi untuk menjangkau sela-sela gigi tanpa memberikan tekanan berlebih pada area servikal gigi yang tipis. 

Hal ini membantu mengangkat plak secara efektif sekaligus menjaga kenyamanan jaringan gusi yang meradang.

Sikat Gigi Manual vs Elektrik: Mana yang Lebih Baik?

Pertanyaan ini sering muncul bagi penderita gigi sensitif. Berdasarkan ulasan klinis, keduanya memiliki keunggulan masing-masing selama digunakan dengan teknik yang benar: